QRISTORY 2026 : KETIKA TEKNOLOGI BERTEMU DENGAN JELAJAH DAN KULINER

administrators 21 Agustus 2026 17:07:21 7

Dalam rangka menyemarakkan Pekan QRIS Nasional, Museum Benteng Vredeburg bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Qristory 2026. Kegiatan ini memadukan jelajah heritage, kuliner, dan teknologi pembayaran QRIS menjadi pengalaman perjalanan yang menyenangkan. Ada 3 kegiatan yang menjadi rangkaian Qristory ini, Jelajah Heritage, Musikoloji Qrisession, dan Pameran Mini ‘Dari Barter ke QRIS”. 

Jumat, 14 Agustus 2026, Qristory diawali dengan kegiatan jelajah heritage yang menantang para peserta untuk menjelajahi kawasan heritage Jogja dengan menggunakan TransJogja.  Dengan menggunakan transportasi umum ini, para peserta mendapatkan pengalaman melakukan pembayaran menggunakan QRIS Tap. 

Berkolaborasi dengan komunitas Malam Museum, jelajah heritage mengajak peserta untuk menjelajahi kawasan Stasiun Tugu, kawasan Puro Pakualaman, dan kawasan Museum Perjuangan Yogyakarta. Di masing-masing kawasan heritage, peserta diajak belajar tentang seni, budaya, dan sejarah yang ada di Yogyakarta. Tidak hanya itu, peserta juga diajak mencicipi jajanan legendaris ontbijtkoek, jamu ginggang, dan roti jadul. 

Kegiatan Qristory semakin seru dengan Musikoloji Qrisession di malam hari. Grup musik Selera Rakyat sebagai bintang tamu berhasil membawa suasana kegiatan lebih meriah. Ditambah lagi dengan lima jajanan UMKM di sekitar Malioboro yang khusus didatangkan untuk menjadi sajian kuliner para peserta. 

Rangkaian kegiatan Qristory berlanjut ke Pameran Mini “Dari Barter ke QRIS” yang digelar di Teras Diorama 2. Pameran ini menjadi wahana edukasi kepada masyarakat tentang sejarah perjalanan sistem pembayaran di Indonesia. Pameran ini bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat dari 14 Agustus-15 September 2026. 

Penanggungjawab Museum Benteng Vredeburg, V. Agus Sulistya, mengatakan bahwa Qristory dikemas menjadi kegiatan yang memadukan jelajah dengan teknologi. Jalan-jalan ke sudut warisan kota semakin mudah dengan transaksi menggunakan QRIS. Apalagi di era sekarang anak muda lebih suka menggunakan pembayaran non tunai karena lebih praktis.

“Kami mengemasnya menjadi pengalaman yang menarik untuk anak muda, sekaligus menjadi kampanye agar semakin banyak masyarakat menggunakan QRIS dalam berbagai aktivitas sehari-hari,” ujar V. Agus Sulistya.

Sementara itu, Pratyaksa Candraditya, Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP-PUR BI KPW Yogyakarta mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini Bank Indonesia ingin terus mengakselerasi pembayaran digital. QRISTORY 2026 adalah salah satu kegiatan atraktif untuk mengenalkan pembayaran digital pada anak muda. Anak-anak muda diharapkan menjadi duta sosialisasi kemudahan pembayaran digital untuk kegiatan sehari-hari.

“Kepada anak-anak muda, mari kita terus memperkenalkan kemudahan transaksi dan pembayaran digital, seperti QRIS, KLIRING, atau BI FAST kepada orang tua dan keluarga”, tutup Pratyaksa. 

Hingga tahun 2026, QRIS sudah dapat digunakan di enam negara di Asia, ada di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan. Secara bertahap BI akan terus melakukan perluasan pengunaan QRIS di negara Asia lainnya dan Eropa. Melalui kerjasama BI dan negara lain, diharapkan QRIS menjadi cara pembayaran yang semakin memudahkan masyarakat bertransaksi. 

Melalui QRISTORY 2026, Museum Benteng Vredeburg dan Bank Indonesia KPW Yogyakarta mempertemukan warisan sejarah dan budaya dengan perkembangan teknologi dalam pengalaman yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Mulai dari jelajah heritage, harga spesial kemerdekaan, pembayaran non tunai lewat QRIS dan QRIS Tap, sampai pameran mini memberi pengalaman baru dan wawasan kepada anak muda. 


Penulis: Noibenia Gendrit K.R (Publikasi Museum Benteng Vredeburg)

Editor: Lilik Purwanti

facebook  twitter-x  whatsapp  


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?