Mata Uang Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang

administrators 19 April 2022 10:20:09 273

Masa pendudukan Jepang di Indonesia (Hindia Belanda pada waktu itu) ditandai dengan adanya penyerahan kekuasaan yang diwakilkan oleh Letnan Jenderal H. Ter Poorten sebagai Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda kepada tentara ekspedisi Jepang pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura pada tanggal 8 Maret 1942. Jepang secara kontinyu mengubah tatanan besar-besaran di Indonesia guna kepentingan Jepang. Jepang berusaha menghapus pengaruh Barat di Indonesia serta memobilisasi rakyat Indonesia untuk kepentingan Jepang khususnya dalam segi peperangan. Kebijakan penghapusan pengaruh Barat yang dilakukan Jepang diantaranya adalah melarang penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Inggris, melarang peredaran buku berbahasa Belanda dan Inggris yang ditakutkan akan memberi pengaruh intelektual, serta menghancurkan benda-benda hasil pengaruh Barat. Sebagai gantinya Jepang memberlakukan bahasa Jepang, memperkenalkan kalender Jepang, dan menanamkan nilai-nilai Jepang di Indonesia.

Di masa pendudukan Jepang, mata uang di Indonesia juga ikut diubah. Pemerintah Jepang mencetak uang baru namun tetap mempertahankan nilai mata uang berupa gulden. Jepang mencetak mata uang gulden baru sesuai standard Jepang sebagai alat pembayaran yang sah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pada masa itu satuan mata uang gulden tetap dinyatakan sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan hal ini agar harga barang-barang tetap stabil. 

Jepang mengeluarkan uang kertas gulden sebagai mata uang yang sah di Indonesia. Uang kertas gulden ini dicetak di Djakarta Insiatsu Kodjo. Dalam uang kertas emisi 1942 terdapat tulisan De Japansche Regeering (Pemerintah Jepang). Nilai yang dikeluarkan adalah 1  sen, 5 sen, 10 sen, ½ gulden, 1 gulden, 5 gulden, dan 10 gulden. Uang kertas emisi 1943 berganti nama menjadi Roepiah dengan nominal yang dikeluarkan yaitu ½ roepiah, 1 roepiah, 5 roepiah, 10 roepiah, 100 roepiah. Di tengah uang kertas tersebut bertuliskan Dai Nippon Teikoku Seihu. Ciri khas dalam uang gulden pada masa pendudukan Jepang adalah terdapat kode huruf dalam bagian depan uang. Kode yang ada dalam uang tersebut huruf “S”. Huruf “S” ini adalah tanda bahwa uang tersebut dikeluarkan pemerintah Jepang dan berlaku di wilayah Hindia Belanda (Indonesia).

Koleksi beberapa mata uang masa pendudukan Jepang di Indonesia terdapat di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Koleksi mata uang masa pendudukan Jepang dipamerkan di Ruang Diorama 2 Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pengunjung dapat melihat bagaimana tampilan koleksi mata uang tersebut secara langsung.

 

(Koleksi Mata Uang Jepang 1 sen (atas) dan 5 sen (bawah), Ruang Diorama 2 Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.)

Penulis: Pradipta Berliana Savitri

Referensi:

Depdikbud. Kumpulan Buklet Hari Bersejarah II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1994).

Ira Pramudawardhani dan Rahmat Fajarudin. Pendudukan Jepang dan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Politik di Indonesia Tahun 1942-1945. Klaten: Penerbit Lakeisha. (2022).

Tim Redaksi. Uniknya Rupiah Pada Masa Pendudukan Jepang di Indonesia. https://www.kompasiana.com/djuliantosusantio/585ca0326823bdac11d9bd07/uniknya-rupiah-pada-masa-pendudukan-jepang-di-indonesia. Diakses 11 April 2022.




Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?