Menilik Kilas Balik Sejarah Kepanduan Indonesia

administrators 08 November 2023 14:30:37 618



Gerakan Kepanduan, sekarang akrab dikenal gerakan Pramuka. Pada dasarnya kegiatan kepanduan tidak jauh dengan kegiatan pecinta alam, kegiatan peduli lingkungan, kepalangmerahan atau relawan kegiatan sosial, namun jika kita menilik ke belakang, berdirinya Kepanduan Indonesia berfungsi sebagai wadah pembinaan dan pendidikan karakter bagi generasi muda, dan gerakan kepramukaan di Indonesia merupakan kelanjutan dari sejarah Gerakan Pendidikan di Dunia serta memiliki peranan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. 

 

Sejarah Kepanduan Indonesia

 

Pada tahun 1912, sebagai tanda awal munculnya Pramuka di Indonesia, organisasi Pramuka dari Belanda didirikan dengan nama Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO). Pada tahun 1916, organisasi tersebut berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIPV), atau Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda.


Pada saat itu, pandu-pandu Belanda mendominasi sebagai anggota NIPV. Namun, Mangkunegaran VII, pemimpin Keraton Solo, membentuk Javaansche Padvinder Organisatie (JPO), organisasi kepanduan pertama di Indonesia. Setelah lahirnya JPO, organisasi kepanduan lain muncul, seperti Hizbul Wathan (HM) pada tahun 1918, Jong Java Padvinderij (JJP) pada tahun 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS), dan lainnya. Pada tahun 1926, INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) dibentuk sebagai peleburan dari Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JJP).


Dalam perjalanan sejarahnya, ratusan kelompok kepanduan dibagi ke dalam berbagai federasi, seperti IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia), POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia), dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Namun, Perkindo—juga dikenal sebagai Persatuan Kepanduan Indonesia—dibentuk setelah menyadari adanya kelemahan beberapa federasi tersebut. Namun, jumlah anggota perkumpulan kepramukaan di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah anggota. Selain itu, rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo lemah. Presiden Soekarno, bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang saat itu merupakan Pandu Agung, merencanakan untuk menyatukan semua organisasi kepanduan menjadi satu organisasi yang dikenal sebagai Pramuka. Presiden juga menunjuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Ketua Majelis Pramuka pertama di Indonesia.


Tugu Kepanduan sebagai Simbol Menyatunya berbagai macam Organisasi Kepanduan


Tugu Kepanduan atau disebut sebagai Tugu KBI, dibangun sebagai tanda meleburnya berbagai Kepanduan di Indonesia ke dalam satu wadah bernama Kepanduan Indonesia, pada 30 September 1930 di Jakarta. Pendirian Tugu berbentuk seperti candi dengan alas persegi dibawahnya didasari oleh Lord Robert Baden Powell of Gilwell, seorang bekas Jenderal Kolonial Inggris. Dengan dibangunya Tugu Kepanduan ini bertujuan untuk menjadi pengingat bersatunya berbagai macam Organisasi Kepanduan di Indonesia.


Penulis : Anindya Putri Mumpuni

Editor : Prima Aji Nugraha




Referensi

Widyanto, untung. 2022. Kepanduan Indonesia. Diakses pada 13 Oktober 2023 https://pramuka.or.id/kepanduan-indonesia/


Tugu Kepanduan. 2022. Diakses pada 11 Oktober 2023 https://museum.kemdikbud.go.id/koleksi/profile/tugu+kepanduan_55222

 

https://museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id/sejarah-pramuka-di-indonesia/





Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?