Peristiwa 29 Juli: Pencetus Hari Bhakti TNI AU

administrators 31 Oktober 2022 09:34:19 95

Serangan udara oleh Tentara Nasional Indonesia pada tahun 1947 menjadi tonggak sejarah Indonesia yang terus dikenang hingga saat ini. Yogyakarta menjadi salah satu wilayah jatuhnya pesawat yang dikendarai oleh tiga tokoh dan perintis TNI AU Komodor Muda Udara A. Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Udara I Adisumarmo Wiryokusumo. Sebagai pengingat peristiwa tersebut, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta memiliki koleksi enam patung kadet penerbang Indonesia yang berada di diorama 2, yaitu: Sutardjo, Abdul Rachman, Kaput, Mulyono, Sutardjo Sigit, dan Suharnoko Harbani.  Hal ini juga berkaitan dengan salah satu misi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yaitu mewujudkan pelestarian dan pemajuan kebudayaan serta pengembangan bahasa dan sastra yang dapat dikembangkan untuk melestarikan nilai luhur sejarah perjuangan sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda. 

Penyebab terjadinya peristiwa pengeboman pertama oleh TNI au saat ialah Agresi Militer I yang terjadi pada 21 Juli 1947. Belanda berusaha mengintimidasi, memaksa kedudukan Indonesia mundur ke pedalaman, dan menghancurkan potensi-potensi kekuatan udara di berbagai daerah. Dengan memanfaatkan empat pesawat yang ada di Pangkalan Udara Maguwo (saat ini Pangkalan Udara Adisutjipto), para penerbang AURI melakukan perlawanan dan melancarkan serangan balik terhadap daerah-daerah yang berhasil diduduki Belanda. Walaupun sempat terkendala karena ada pesawat yang tidak bisa digunakan, namun serangan udara tersebut berhasil dilaksanakan. Keadaan pesawat yang dimiliki AURI saat itu sangat terbatas tidak ada lampu atau radio, akhirnya senter menjadi alat komunikasi para penerbang dan sebagai alat untuk melihat pesawat Belanda.    

Tiga kadet udara AURI berhasil menghancurkan tangsi militer Belanda di tiga kota Ambarawa, Salatiga, dan Semarang. Sedangkan, Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Opsir Muda Udara Adisumarmo Wiryokusumo gugur dalam peristiwa tersebut. Peristiwa 29 Juli 1947 menjadi peristiwa yang membanggakan sekaligus menyedihkan. Untuk menghargai dan mengenang peristiwa tersebut, TNI AU menetapkan tanggal 29 Juli sebagai Hari Bakti TNI AU. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda harus menghargai dan selalu mengingat jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk Indonesia.


Referensi:

Ratnasari, Ita. (2016). http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/Vredeburg/sejarah-replika-kadet-au-ri-misi-pengeboman-putera-indonesia-pertama/. Sejarah Replika Kadet AU RI-Misi Pengeboman Putera Indonesia Pertama.


Penulis: Dewi Rosya Wahyu Handayani (Magang Universitas Negeri Yogyakarta




Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?