Mengawal Nilai-Nilai Sejarah Bagi Generasi Muda Ala Duta Museum

administrators 06 Februari 2018 15:54:05 352

Generasi muda atau kini viral disebut sebagai kids zaman now, adalah generasi yang mudah tergoda informasi - informasi dari media online. Video youtube, instagram serta facebook adalah tiga media yang paling berpengaruh dalam hal ini. Lalu bagaimana mengajak kids zaman now untuk mengenal tokoh - tokoh bangsa, dan menanamkan nilai - nilai sejarah bangsa dalam kesehariannya? Berlatar belakang hal tersebut, kemudian Ambassador Museum Benteng Vredeburg menggagas kegiatan talkshow bertajuk "Penanaman Nilai - Nilai Sejarah Bangsa bagi Generasi Muda di Tahun 2018." Talkshow ini diselenggarakan bekerja sama dengan sebuah radio swasta di Yogyakarta, yaitu Retjo Buntung, pada hari Senin 5 Februari 2018, pukul 14.00 hingga 15.15 WIB, dengan menghadirkan tiga orang narasumber. Dewi Nur Indahsari, Ambassador Museum Benteng Vredeburg yang juga sebagai narasumber menyampaikan, "Mengajak kids zaman now belajar dari sejarah lampau memang perlu trik khusus, yaitu dengan membuat event - event kekinian, dan hal itu sudah dilakukan di Museum Benteng Vredeburg. Contohnya adalah lomba selfie dengan photo booth plus aksesoris foto yang telah disediakan, menjaring komunitas hobi untuk berkegiatan di museum." Narasumber lain yang dihadirkan adalah Bapak Suryanto Pamuji, Penyusun Dokumentasi dan Publikasi Museum Benteng Vredeburg yang memaparkan beberapa fakta bahwa memang ada generasi muda yang sibuk dengan gadget saja, tapi jika dilihat, tingkat kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dari tahun ke tahun terus meningkat. Tapi sekedar berkunjung ke museum memang bukan sebagai indikator bahwa pengunjung tersebut juga menjiwai semangat para pahlawan." Sementara Ahmad Zaenudin, Ketua Komunitas Teater Rakyat Volkschool yang juga diundang sebagai narasumber mengatakan, "Komunitas Volkschool mengajak masyarakat menghargai para pendahulu dengan melakonkan teater mengenai sejarah bangsa. Dengan mendalami tokoh pahlawan tertentu, kita akan sedikit belajar mengenai pemikiran - pemikiran tokoh tersebut." Saat ini komunitas teater rakyat volkschool juga sedang melakukan open recruitment relawan untuk bergabung di komunitas Volkschool. Dewi menambahkan, "Nilai yang dimaksudkan disini adalah karakter - karakter positif seperti semangat pantang menyerah, semangat untuk belajar, jadi bisa tetap sesuai dengan passion masing - masing. Pelajar ya harus berprestasi, pekerja harus padat karya." Dewi juga menggandeng berbagai komunitas untuk berkegiatan di museum karena semangat positif bentuknya tidak harus kemudian menjadi sarjana sejarah, tapi berprestasilah di bidang dan bakat masing-masing." (rep:Dewi Nur Indahsari)  


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?



Berikut ini adalah Reformasi Birokrasi (RB) Pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download Soft Data Dibawah ini :

Grand Design Reformasi Birokrasi (RB) :

Peraturan Presiden RI No. 81 Tahun 2010 Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

Road Map Reformasi Birokrasi (RB) :
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta :

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Elektronik Dokumen (e-doc) Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Informasi Pelayanan Pengaduan Berupa SMS yang Dapat Diakses Oleh Publik Dimanapun Berada Dengan Menggunakan Handphone / Mobile Phone Di Nomor : 081226099292

Portal Layanan Pengaduan Online Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.


http://ult.kemdikbud.go.id/