Konservasi di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

administrators 26 Juli 2021 11:02:49 143

Tak kenal maka tak sayang. Tentu sahabat semua sudah sering mendengar ungkapan tersebut. Nah, supaya sahabat semua semakin cinta dengan museum, kali ini kita mengajak sahabat untuk mengintip salah satu isi dapur Museum Benteng Vredeburg.

Selama ini tentu sahabat semua paham, bahwa di museum kita bisa belajar sekaligus bersenang-senang melalui koleksi dan tata pamernya. Nah, tentu benda-benda yang dipamerkan tersebut harus dipelihara supaya kondisinya tetap sehat dan stabil, sehingga kelak dapat dinikmati dan dipelajari oleh anak cucu kita. Untuk itu perlu dilakukan upaya-upaya pemeliharaan kondisi koleksi, yang lebih dikenal dengan istilah konservasi. 

Tindakan konservasi sendiri, secara garis besar dapat dibedakan menjadi 3, yaitu konservasi preventif, konservasi kuratif, dan restorasi. Sebagaimana arti harafiahnya, konservasi preventif dilakukan untuk mencegah koleksi mengalami penurunan kondisi sehingga beresiko rusak. Supaya kondisi koleksi tetap baik dan stabil, antara lain dapat dilakukan dengan menjaga kondisi lingkungan yang ada di sekitar koleksi tetap bersih dan “nyaman” untuk koleksi, serta mencegah agen-agen yang dapat menyebabkan kerusakan koleksi untuk masuk dan “mengganggu” kestabilan koleksi.

Apabila dalam perkembangannya ternyata terjadi kebocoran (upaya preventif tidak berhasil) sehingga terjadi penurunan kondisi koleksi, maka dilakukan penanganan lebih lanjut berupa konservasi kuratif. Pada tahap ini, dilakukan tindakan yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Apakah cukup dilakukan pembersihan mekanis ataukah diperlukan pembersihan secara chemis supaya kondisi koleksi kembali stabil dan sehat. Missal timbul karat pada permukaan koleksi berbahan logam, maka perlu dilakukan pembersihan secara chemis.

Berbeda dengan 2 jenis konservasi tadi, restorasi lebih bersifat perbaikan, dimana koleksi yang mengalami kerusakan (pecah, patah, hancur) sehingga kehilangan bentuk aslinya, diperbaiki supaya kembali pada bentuk semula dan dapat dinikmati kembali keindahannya. Dalam hal ini dimungkinkan ada penambahan bahan baru, karena ada bagian yang hilang atau hancur sehingga tidak dapat disusun kembali. Untuk melaksanakan tindakan restorasi ini tentu ada kaidah – kaidah yang sebaiknya diikuti ya sahabat, diantaranya bentuk, warna, dan bahan yang digunakan harus sesuai dengan kondisi aslinya.

    


Nah itu tadi adalah beberapa tindakan konservasi yang dilakukan di Museum Benteng Vredeburg, supaya koleksi tetap dalam kondisi baik dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Dengan terjaganya kondisi koleksi tentu nilai penting yang terkandung dalam koleksi juga dapat dipertahankan. 

Bagi sahabat yang tertarik untuk mengetahui atau belajar tentang konservasi koleksi, tentunya bisa datang ke Museum Benteng Vredeburg, tetapi karena kondisi saat ini, kita berkomunikasi via daring dulu ya sahabat.

Tetap jaga prokes 5 M 

Salam sehat selalu

Penulis : Evi Novita (Konservator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta)




Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?