Kisah Klasik Di Balik Jagang Garda Depan Benteng Vredeburg

administrators 14 September 2022 08:40:22 752

Apa sih Jagang itu? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Jagang dapat diartikan 2 hal yang pertama merupakan tiang penopang dan yang kedua adalah parit. Namun dalam konteks ini, Parit merupakan istilah yang tepat untuk menjelaskan apa itu Jagang. Pada Benteng Vredeburg Jagang terletak di garda depan pintu masuk utama museum yang telah mengalami ekskavasi parit tahun 2012. Namun pada masa kolonial Belanda masih menguasai wilayah benteng, jagang awalnya didesain mengelilingi Benteng.


Jagang tersebut merupakan sebuah struktur yang dibangun oleh Frans Haak pada tahun 1756-1869 M untuk dijadikan sebagai pertahanan pertama ketika benteng mengalami penyerangan di segala sisi dari pihak lawan dan juga guna menghambat pergerakan lawan. Struktur jagang (parit) ini terbentuk dari batu andesit. Faktanya struktur jagang ini telah digunakan sejak jaman Mesir Kuno, bahkan bangunan klasik seperti halnya Kerajaan Majapahit pun juga sudah menggunakan struktur jagang ini.

Jagang pada Benteng Vredeburg sempat dinonaktifkan sekitar tahun 1830 karena melihat meningkatnya kualitas dari sistem kemiliteran. Dan hal itulah yang memicu jagang sebelah utara bangunan Benteng Vredeburg di hapuskan pada tahun 1898 dan digantikan menjadi jalan menuju gudang yang berada di sebelah utara benteng.

Kurun waktu sekitar pada tahun 1945-1977, jagang mulai sepenuhnya tidak digunakan lagi hingga mengalami kekeringan dan sampai akhirnya semua jagang benar-benar dinonaktifkan sepenuhnya.


Pada tahun 2012 Jagang Benteng Vredeburg bagian barat mulai diaktifkan kembali, setelah didahului dengan ekskavasi untuk mengetahui letak dan ukuran jagang kuno. Dlm realisasinya, parit diaktifkan kembali dengan lebar 11 meter dan sepanjang ±120 meter dan juga ditambahkan bentuk air mancur supaya bisa menarik perhatian pengunjung.

Ekskavasi parit tersebut ditujukan untuk mengembangkan kawasan wisata Titik Nol Kilometer supaya ada diversifikasi atraksi wisata sehingga bisa menambah daya tarik pengunjung ke museum. 


Penulis : Dimas Wahyu Pangestu (Magang Universitas Mercu Buana Yogyakarta)

Penyunting : Ita Ratnasari 

 Referensi :

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/Vredeburg/jagang-garda-depan-benteng-vredeburg/

https://www.cendananews.com/2017/01/menelusuri-benteng-vrederburg-kompleks-bangunan-kolonial-pertama-di-yogyakarta.html/2

https://jogjacagar.jogjaprov.go.id/detail/560/kompleks-benteng-vredeburg-jagang-parit




Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?