Kilas Balik Pengeboman Pihak Sekutu Di Kawasan Titik 0 KM

administrators 22 September 2022 15:28:18 959

Titik 0 Km merupakan salah satu spot yang selalu dikunjungi banyak wisatawan lokal atau mancanegara. Bahkan ada yang bilang bahwasanya tidak lengkap bilamana piknik ke jogja tanpa menginjakkan kaki di titik 0 km. Lokasi kawasan titik 0 km ini juga bisa dibilang strategis karena terletak di pusat kota Yogyakarta. Kawasan ini pun juga dikelilingi bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial belanda  seperti misalnya di sebelah tenggara kawasan terdapat kantor Perwakilan Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Yogyakarta yang pada jaman kolonial belanda merupakan  Kantor Asuransi Nill Maattschappij dan Kantor de Javasche Bank. Lalu di Disisi timur Gedung BNI ada juga sebuah Kantor Pos yang dulu sebagai kantor pos, telegraf, dan telepon. Disebelah bangunan kantor Pos terdapat bangunan Kantor Bank Indonesia Perwakilan DIY yang dulunya merupakan kantor cabang De Javasche Bank Djogdjakarta. Bangunan Istana Negara atau sering disebut Gedung Agung terletak pada sebelah timur laut dari kawasan titik 0 km. Di sisi barat laut kawasan titik 0 km juga terdapat Museum Benteng Vredeburg yang dulunya merupakan markas tentara pada zaman kolonial belanda, dan tidak lupa juga terdapat Monumen Serangan Umum 1 Maret di depan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. 


Selain bangunan-bangunan tersebut terdapat juga bangunan yang menjadi saksi sejarah penyerangan pihak sekutu. Seperti halnya Senisono yang merupakan bangunan yang memiliki ukuran yang cukup besar dan dibangun di area tanah milik Sultan. Harga bangunan ini jika ditaksir bisa mencapai sekitar 2.800 gulden. Bangunan ini mengalami beberapa kali pemugaran mulai dari tahun 1868, 1884, 1879, 1912, hingga tahun 1915. Pada tahun 1920 sebuah schouwburg atau teater ditambahkan bersamaan dengan pemugarannya. Sejak awal dibangun bangunan ini dikenal sebagai Geneverhuis. Genever  nerupakan salah satu jenis minuman yang sedang berkembang saat itu, sedangkan huis memiliki arti rumah. Selang beberapa lama gedung ini sering dipakai untuk kegiatan dari club Vereeniging yang membuat gedung ini dikenal sebagai Societeit  de Vereeniging. Pada masa penjajahan jepang gedung tersebut berubah nama menjadi Balai Mataram.


Pada tanggal 26 Oktober 1945 tentara Sekutu yang dipimpin oleh Jenderal Bethel sedang menuju Ambarawa dan akan dilanjutkan ke Magelang. Sebuah pertempuran demi pertempuran dengan pihak sekutu makin sering terjadi di Ambarawa pada bulan November sampai dengan Desember 1945. Guna menghadapi pasukan Sekutu di Ambarawa, Yogyakarta mengirimkan batalyon gabungan di bawah pimpinan Letkol Umar Slamet dan Komandan Resmien II Letkol Palal. Selain pasukan tersebut guna memperkuat pasukan maka dikirimkanlah pasukan tambahan antara lain pasukan Polisi Istimewa (PI) Yogyakarta di bawah pimpinan Oni Sastoatmodjo, Laskar Tentara Rakyat Mataram di bawah pimpinan Bung Tardjo dan Laskar Tentara Mataram Putri di bawah pimpinan Wiayati. Laskar Barisan Macan beranggotakan bekas narapidana yang dipersenjatai pun ikut serta dalam pertempuran tersebut.

Minirama 15 yang dipamerkan pada gedung Diorama II Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta


Radio Republik Indonesia Yogyakarta juga ikut membantu dengan cara menyiarkan dan mengobarkan semangat perjuangan rakyat. Hal itu lah yang membuat pihak sekutu khawatir dan pada tanggal 25 November pasukan sekutu melakukan penyerangan terhadap gedung-gedung di kawasan titik 0 km dengan menggunakan pesawat pesawat RAF (Royal Air Force) dan menjatuhkan sebuah bom dengan target utama ialah gedung RRI guna membungkan siaran yang mengobarkan semangat rakyat. Bom pun mengenai separuh bangunan Museum Sonobudoyo, namun siaran radio tetap berjalan dan hal itulah yang membuat pihak sekutu jengkel dan melakukan penyerangan kembali pada tanggal 27 November 1945 dan mengenai bagian depan Balai Mataram yang membuat bangunan tersebut hancur rata dengan tanah. Dengan adanya kejadian tersebut Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Dan Sri Paku Alam VIII mengirim telegram kepada Presiden Soekarno untuk diminta segera diambil tindakan seperlunya.


Penulis : Dimas Wahyu Pangestu (Magang Universitas Mercu Buana Yogyakarta)


Referensi 

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/Vredeburg/diorama-pengeboman-balai-mataram-gedung-rri-dan-gedung-sonobudoyo-oleh-pesawat-sekutu-diorama-ii-museum-benteng-vredeburg-yogyakarta/

Buku Panduan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta








Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?