Tiga wanita penggerak Kongres Perempuan I di Yogyakarta

administrators 25 Oktober 2022 14:23:14 2645


Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta memiliki 28 koleksi patung dada, Sebagian besar dipamerkan di beberapa diorama museum. Salah satu koleksi patung dada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang berada di Diorama 1 menampilkan tiga tokoh besar perempuan Indonesia. Ketiga tokoh tersebut yaitu: Ny. Hadjar Dewantara (Wanita Taman Siswa), Ny. Soekonto (Wanita Oetomo), dan Sujatin Kartowijono (Poetri Indonesia) penggagas Kongres Perempuan I yang dilaksanakan pada 22-25 Desember 1928 di Dalem Joyodipuran, Yogyakarta. Diadakannya Kongres Perempuan I ini juga menjadi awal dari munculnya Hari Ibu yang kita peringati setiap tanggal 22 Desember. Kongres Perempuan I membahas mengenai berbagai hal mulai dari perkawinan, pendidikan perempuan, perselingkungan hingga perceraian.

Nyi Hajar Dewantara dalam Kongres Perempuan I mewakili organisasi Wanita Taman Siswa. Ia lahir pada 14 September 1890 dengan nama Raden Ajeng (R.A.) Sutartinah dan menyelesaikan pendidikannya di Europease Lagere School pada tahun 1904. Kemudian melanjutkan ke sekolah guru dan menjadi guru bantu di sekolah yang didirikan Priyo Gondoatmodjo. Perkawinannya dengan Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara kemudian mengenalkannya pada dunia jurnalistik dan politik. Nyi Hajar Dewantara akhirnya aktif dalam dunia pendidikan dan pergerakan perempuan. 

Sujatin Kartowirjono saat Kongres Perempuan I dilaksanakan, ia masih berusia 21 tahun dan berprofesi sebagai seorang guru muda. Saat itu, Sujatin merupakan Ketua Poetri Indonesia yang anggotanya adalah wanita-wanita muda terutama guru. Selain itu, Ny. Sujatin juga menjadi pengurus Wanita Oetomo. Ny. Sujatin tetap aktif dalam dunia pergerakan wanita hingga usia tua. Ia pernah menjadi Ketua dalam beberapa organisasi seperti KOWANI dan PERWARI. Atas perjuangan dan jasanya, ia memperoleh sejumlah penghargaan, seperti Satya Lencana Kebaktian Sosial tahun 1961 dan Satya Lencana Pembangunan di tahun 1968.

Soekonto memiliki nama kecil Siti Aminah, ia dilahirkan pada 5 Agustus 2989 di Temanggung. Soekonto adalah kakak kandung dari Ali Sastroamidjojo (mantan perdana Menteri Indonesia). Ny. Soekonto kecil belum bisa membaca dan menulis, ia baru bisa membaca dan menulis setelah menikah dengan dokter Soekonto. Suaminya adalah seorang dokter lulusan STOVIA. Setelah menikah dan ia menetap di Yogyakarta, Ny. Soekonto mulai mengikuti organisasi pertamanya yaitu Wanita Utomo. Salah satu alasan ia menjadi ketua Wanita Utomo adalah Ny. Soekonto aktif dan pandai dalam mengolah kata. Ny. Soekonto menjadi salah satu pemrakarsa terwujudnya kongres bersejarah yaitu Kongres Perempuan I.


Penulis: Dewi Rosya Wahyu Handayani (Magang Universitas Negeri Yogyakarta)




Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?