Mengingat kembali sejarah Radio Perjuangan dan Radio Republik Indonesia (RRI)

administrators 24 November 2023 15:56:20 2520

Perjuangan rakyat indonesia pada masa setelah kemerdekaan tidak hanya berhenti setelah diproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 agustus 1945. Namun setelah itu masih ada sederet perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari penjajah yang masih ingin mempertahankan ekspansinya ke wilayah Republik Indonesia. Radio rimba raya atau yang kita kenal dengan Radio perjuangan memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama pada masa perjuangan kemerdekaan. Radio digunakan sebagai sarana penangkis berita-berita propaganda musuh yang terus berusaha melemahkan semangat para pejuang bangsa, Serta menjadi alat komunikasi yang tidak diragukan lagi dan menjadi sarana untuk menyebarkan informasi, menggalang semangat perjuangan, dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan perlawanan terhadap penjajah.


Radio perjuangan di Indonesia dimulai pada masa revolusi kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1945. Pada saat itu, Indonesia baru saja merdeka dari penjajahan Jepang dan sedang menghadapi ancaman dari pasukan Sekutu yang ingin menduduki kembali wilayah Indonesia. Radio perjuangan menjadi salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menyebarkan informasi dan menggalang semangat perjuangan rakyat Indonesia.


Salah satu momen penting dalam sejarah radio perjuangan adalah saat pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Pada tanggal tersebut, rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan gigih melawan pasukan Sekutu. Radio perjuangan menjadi sarana untuk mengkoordinasikan gerakan perlawanan dan menyebarkan semangat juang kepada rakyat Surabaya.


Peristiwa dibalik Radio perjuangan


Pada 1 Maret 1949 terjadi peristiwa penyerangan umum yang dilakukan oleh gabungan berbagai elemen masyarakat Indonesia, termasuk TNI, Kepolisian, laskar, dan masyarakat sipil, untuk mempertahankan kedaulatan negara.


Dalam penyerangan ini, Letkol Soeharto memimpin pasukan dari sektor barat hingga batas Malioboro, sementara sektor Timur dipimpin oleh Ventje Sumual, sektor selatan dan timur dipimpin oleh Mayor Sardjono, dan sektor utara oleh Mayor Kusno. Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki ditunjuk sebagai pimpinan sektor kota. Pasukan TNI dan berbagai elemen masyarakat berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam sebelum mundur kembali ke pos-pos gerilya.


Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 ini memiliki hubungan dengan radio perjuangan yang ada di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Radio perjuangan, seperti Radio Republik Indonesia, digunakan sebagai media untuk menyebarkan informasi dan pesan perjuangan kepada masyarakat. Radio ini menjadi sarana untuk menginspirasi dan memotivasi rakyat Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan.


Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, sebagai museum khusus perjuangan nasional, memamerkan artefak dan benda-benda bersejarah terkait dengan perjuangan bangsa Indonesia, termasuk peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Melalui kegiatan seperti pameran dan talkshow, museum ini berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peristiwa-peristiwa bersejarah dan perjuangan bangsa Indonesia.


Dengan demikian, radio perjuangan yang ada di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menjadi salah satu sarana untuk mengenang dan memperkuat pemahaman masyarakat tentang peristiwa-peristiwa bersejarah, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949. Radio perjuangan dan museum benteng saling melengkapi dalam upaya melestarikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.



Radio Republik Indonesia (RRI)


Radio Republik Indonesia (RRI) adalah jaringan radio dan televisi publik berskala nasional di Indonesia. RRI didirikan pada tanggal 11 September 1945 dan diperingati sebagai Hari Radio Nasional. RRI merupakan jaringan radio tertua di Indonesia dan merupakan lembaga penyiaran publik yang penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.


Pada awalnya, radio di Indonesia dimulai dengan berdirinya Batavia Radio Vereniging (BRV) pada 16 Juni 1925 di Batavia (sekarang Jakarta). Namun, RRI secara resmi didirikan setelah siaran radio Hoso Kyoku milik pemerintah Jepang dihentikan pada tanggal 19 Agustus 1945 


Setelah Indonesia merdeka, masyarakat menjadi buta akan informasi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Terlebih lagi, radio-radio luar negeri saat itu mengabarkan bahwa tentara Inggris yang mengatasnamakan sekutu akan menduduki Jawa dan Sumatera. Mendengar hal tersebut, sekretaris negara dan para menteri keberatan karena alat-alat tersebut sudah terdaftar sebagai barang inventaris sekutu. Para delegasi pun mengambil sikap meneruskan rencana mereka dengan memperhitungkan risiko peperangan. Pada akhir pertemuan, Abdulrahman Saleh dipilih sebagai pemimpin RRI dan RRI pun didirikan pada tanggal 11 September 1945. 


RRI memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi dan mengkoordinasikan gerakan perlawanan rakyat Indonesia. Selama masa perjuangan kemerdekaan, RRI menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya dan menjadi sarana untuk menggalang semangat perjuangan rakyat Indonesia. RRI juga menjadi alat komunikasi yang digunakan untuk menyebarkan berita dan informasi kepada rakyat Indonesia yang saat itu masih buta akan informasi setelah Indonesia merdeka.


Hingga saat ini, RRI tetap menjadi lembaga penyiaran publik yang berperan dalam menyediakan informasi, hiburan, dan pendidikan kepada masyarakat Indonesia yang bersifat independen dan tidak mencari keuntungan. RRI menjalankan 5 jaringan radio dengan stasiun yang tersebar di seluruh Indonesia, siaran radio internasional, saluran televisi, serta portal daring .


Penuois : Tiny Mafdalena Fakultas FISIP Universitas Muhammmdiyah Yogyakarta


Referensi:

Suryo, A. S. 2010. Mengenal radio rimba raya (No. 20). Direktorat Jenderal Kebudayaan.


Mutaqqin Habibi. 2019.Peran Radio Rimba Raya dalam Mempertahankan NKRI 1945-1949. Jawa Timur: Uwais Inspirasi Indonesia .


Poesponegoro, M. D., Notosusanto, N. 2008.Sejarah nasional Indonesia: Zaman Jepang dan zaman Republik Indonesia, 1942-1998. Indonesia: Balai Pustaka.


Widiastuti Rosarita Niken .2023. CAHAYA YANG TAK KUNJUNG PUDAR: Derap Sukses Kartini Modern di Era Digital Penyiaran dan Komunikasi Informatika. . Yogyakarta: CV ANDI OFFSET.


Artono, M., & Laksana, A. T. 2020. GEOHISTORY MASA KOLONIAL DI INDONESIA.


https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/03/mengenang-kembali-peristiwa-serangan-umum-1-maret-1949-di-yogyakart




Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?