Malam Puncak Penganugerahan AFI 2015 Kemdikbud

administrators 26 Oktober 2015 10:17:33 351

malam-penganugerahan1 Yogyakarta, 24 Oktober 2015. Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman pasal 36 dan 37 yang dilaksanakan oleh perseorangan, organisasi, Pemerintah dan Pemerintah Daerah meliputi Festival Film, Seminar, Diskusi, Lokakarya, Kritik dan Resesensi film. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengapresiasi perfilman dengan Penganugerahan Perfilman melalui kegiatan Apresiasi Film Indonesia atau yang sering disingkat (AFI). AFI 2015 bertujuan membangun strategi Kebudayaan melalui budaya sinema untuk memperkuat karakter bangsa, budaya sinema merupakan upaya untuk memuliakan kekuatan imajinasi, kreativitas, meningkatkan semangat eksplorasi dan kesungguhan mengembangkan pengetahuan tentang sinema. Makna yang melekat dalam Apresiasi Film Indonesia sebagai pengakuan pentingnya budaya sinema dengan pelbagai elemen yang saling terkait yang membentuk landskap sinema. AFI dirancang sebagai kegiatan kebudayaan yang melihat film dari perspektif "Daya Budaya Sinema". Ini adalah sudut pandang yang melihat film dalam dimensi yang luas meliputi produksi film, komunitas yang menghidupkan film, festival yang merayakan film, diskusi dan workshop film, peran Pemerintah Daerah dalam mendorong pertumbuhan perfilman daerah, tokoh perfilman yang menginspirasi dan Kajian Akedemis yang menakar bobot film serta pembudayaan film di kalangan pelajar. Rangkaian kegiatan AFI 2015 dimulai sejak tanggal 13 Agustus 2015 dengan berbagai acara mulai dari sosialisasi di beberapa kota, diskusi, pameran, workshop, talkshow, lomba penciptaan lagu AFI 2015. Pemenang lomba Penciptaan lagu AFI 2015 "Kembangkan Layar Gengggam Dunia" karangan L. Agus Wahyudi dari Yogyakarta. Dan lagu tersebut menjadi pengirim para pemenang apresiasi dalam menerima penghargaan Dewantara. Piala Dewantara mengambil makna dari nama Bapak Pendidikan Nasional Indonesia (Ki Hajar Dewantara). Kata Dewantara itu sejatinya dimaknai sebagai Dewa atau teladan diantara orang banyak. Berdasarkan makna tersebut penganugerahan piala Dewantara merupakan keteladanan karya film yang memuat budaya Indonesia. Piala Dewantara menyiratkan keberadaan dan posisi AFI diharapkan sebagai pemicu lahirnya sineas maupun karya-karya film yang dapat dijadikan teladan oleh masyarakat. Sabtu (24/10) menjadi malam puncak Penganugerahan Apresiasi Film Indonesia 2015. Pemilihan kota Yogyakarta karena di kota ini pusat pertumbuhan para sineas dan komunitas film, dari kota ini muncul banyak film yang berkualitas luar biasa. Dan pemilihan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menjadi venue AFI 2015 dikarenakan AFI lebih menonjolkan unsur budaya. malam-penganugerahan3 malam-penganugerahan AFI 2015 mengapresiasikan sebanyak 17 piala Dewantara terdiri dari 14 kategori umum dan 3 kategori inspiratif. Berikut adalah 17 pemenang Apresiasi Film Indonesia (AFI) tahun 2015 yang menerima piala Dewantara:
  1. Apresiasi Film Fiksi Panjang: Siti. (Sutradara: Eddie Cahyono, Produksi: Fourcolours Film)
  2. Apresiasi Film Fiksi Anak: Takut Denda. (Sutradara: Arief Rakhman Mualim produksi MIC -Makasar in Cinema)
  3. Apresiasi Fiksi Pendek Kategori Umum: Lemantun. (Sutradara: Wregas Bhanuteja produksi Fakultas Film dan Televisi IKJ dari Jakarta)
  4. Apresiasi Fiksi Pendek Kategori Pelajar: Ijolan. (Sutradara: Eka Susilawati produksi Sinar Muda Film dari Purbalingga)
  5. Apresiasi Dokumenter Kategori Umum: Tumiran. (Sutradara: Vicky Hendri Kurnawan, produksi Jurusan televisi Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta)
  6. Apresiasi Dokumenter Kategori Pelajar: Jenitri. (Sutradara: Muslihan, dari SMA 1 Kebumen)
  7. Apresiasi Film Biografi: Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar. (Sutradara: Hestu Saputra, Produksi: MD Pictures)
  8. Apresiasi Pemerintah Daerah: Daerah Istimewa Yogyakarta (Mikul Dhuwur Mendhem Jero, Sebelum Serangan Fajar)
  9. Apresiasi Lembaga Pendidikan Film: Program Film Fakultas Komputer dan Media Universitas Bina Nusantara
  10. Apresiasi Komunitas Film: Montase dari Yogyakarta (Fokus program edukasi dan produksi)
  11. Apresiasi Festival Film: Festival Film Purbalingga
  12. Apresiasi Kritik Film: Makbul Mubarak (Judul tulisan"Seusai Menonton Pendekar Tongkat Emas, Sinema Kita Sinema ketiga Sinema Dunia")
  13. Apresiasi Media Cetak: Majalah Gatra (Dengan nama rubrik "Film")
  14. Apresiasi Poster Film: Siti (Desainer AC Andre Tanama)
  15. Penghargaan Inspiratif, Apresiasi Adi-Karya: Garin Nugroho
  16. Penghargaan Inspiratif, Apresiasi Adi-Insani: DA. Peransi (Penulis, Dosen, Pembuat Film, Pelukis)
  17. Penghargaan Inspiratif, Apresiasi Kajian Akademik tentang Film: B.I. Purwantari. ("Representasi Tragedi 65 dalam Film", Antropologi Media dan Film-film Bertema Tragedi 1965).


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?



Berikut ini adalah Reformasi Birokrasi (RB) Pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download Soft Data Dibawah ini :

Grand Design Reformasi Birokrasi (RB) :

Peraturan Presiden RI No. 81 Tahun 2010 Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

Road Map Reformasi Birokrasi (RB) :
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta :

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Elektronik Dokumen (e-doc) Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Informasi Pelayanan Pengaduan Berupa SMS yang Dapat Diakses Oleh Publik Dimanapun Berada Dengan Menggunakan Handphone / Mobile Phone Di Nomor : 081226099292

Portal Layanan Pengaduan Online Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.


http://ult.kemdikbud.go.id/