Gebyar Hari Kebudayaan di Museum Benteng Vredeburg

administrators 19 Oktober 2025 10:00:00 3

Peringatan Hari Kebudayaan jatuh pada tanggal 17 Oktober, Museum Vredeburg Jogja terpilih sebagai museum pertama yang menjadi wadah ekspresi budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Serangkaian kegiatan digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kebudayaan tersebut. Dengan menggandeng kerja sama berbagai komunitas, pegiat seni, serta pelestari budaya, Museum Benteng Vredeburg berhasil menaungi kegiatan-kegiatan yang ditawarkan.

 

Sehari jelang Hari Kebudayaan, tanggal 16 Oktober 2025, pukul 18.30 - 19.00 WIB, berlokasi di Plaza Barat Museum Benteng Vredeburg, kegiatan Syukuran Hari Kebudayaan (Wilujengan) mengawali Hari Kebudayaan. Acara ini dimulai dengan untaian doa, mantra dan kidung puja dari berbagai daerah nusantara. Kepung Tumpeng Ageng dan kehadiran PM Lingsir Matahari. Juga ditampilkan oleh Museum Benteng Vredeburg video mapping fasad MBV tentang sejarah Jogja. Setelah menyaksikan video mapping, peserta diajak untuk mendengar kidung doa syukur dan menyaksikan teatrikal pencanangan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam acara ini, dihadiri oleh pencetus Hari Kebudayaan, yakni Tim 9 Garuda. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, sekaligus menyampaikan orasi kebudayaan, Fadli Zon, menyerahkan penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa dalam bidang kebudayaan. Didampingi oleh Wakil Menteri, Sekretaris Jenderal, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, ia menyalakan Obor Budaya Abadi. Wilujengan ditutup dengan makan malam yang diiringi musik chamber. 

 

Pada tanggal 17 Oktober 2025, Ruwat Nusantara digelar di Museum Benteng Vredeburg. Rangkaian kegiatan awal dimulai dengan Pembukaan Hari Kebudayaan di Plaza Barat Museum Benteng Vredeburg, pukul 10.00 WIB. Kegiatan Ruwat Nusantara melibatkan masyarakat adat dan penghayat. Masing-masing dari mereka memimpin doa, mantram dan kidung puja dari berbagai bahasa adat nusantara. Masih di tanggal yang sama, diadakan karnaval Bhinneka Tunggal Ika pada pukul 20.15 WIB. Karnaval ini menghadirkan 500 peserta dari sekolah seni, kampung budaya, sanggar seni dan para pelaku seni profesional yang ada di sekitar Yogyakarta dan sekitarnya. Kegiatan ini menyajikan beragam budaya dari Sabang sampai Merauke yang mewakili budaya kepulauan di Indonesia meliputi Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Indonesia Timur dan Jawa. Kegiatan ini ditutup dengan sebuah hidangan makan malam di mana peserta diarahkan ke Plaza Tengah Museum Benteng Vredeburg. Setelah itu, peserta dapat menikmati pagelaran wayang kulit di halaman Monumen Serangan Umum 1 Maret. Pagelaran ini merupakan hiburan edukatif yang mengisahkan tentang penetapan Hari Kebudayaan dengan melibatkan seniman tradisi profesional sebagai bintang tamu.

 

Untuk semakin memeriahkan Hari Kebudayaan, digelar pula “Pameran Warisan Budaya Nusantara”. Warisan budaya yang dipamerkan mencakup produk budaya, artefak, dan warisan budaya yang telah diakui UNESCO. Terdapat pertunjukkan edukatif berupa dapur khas masakan Indonesia, kegiatan membatik, dan pembuatan keris. Selain itu, peserta dapat mengikuti “Workshop Pusaka Budaya Nusantara” yang akan mengedukasi tentang kriya Nusantara seperti topeng, tenun, pencak silat praktis dan tatah sungging wayang.

 

Rangkaian Hari Kebudayaan ditutup pada tanggal 18 Oktober 2025, bertempat di Monumen Serangan Umum 1 Maret kompleks Museum Vredeburg, melalui Karnaval Bhinneka Tunggal Ika yang mengusung keberagaman budaya dari Sabang sampai Merauke. Karnaval ini menampilkan display Barisan Garuda Emas, Pelangi di atas Cakrawala, Gemulai Ombak Seribu Sungai, Harmoni di Bumi Penuh Warna, Untaian Mutiara dari Timur, dan Simponi Semesta Nusaraya. Kegiatan pun diakhiri dengan pertunjukkan panggung kolaborasi wayang kulit dan ketoprak. Pertunjukkan tersebut merupakan pertunjukkan seni kolaborasi antara wayang kulit dan kethoprak yang melibatkan dalang dari Universitas Indraprasta dan seniman kethoprak Yogyakarta–Yati Pesek. Siaran melalui TVRI Yogyakarta turut memperluas jangkauan publik terhadap karnaval ini.

 

 

Penulis : Dieny Permata Ainy

Editor    : Lilik Purwanti

facebook  twitter-x  whatsapp  


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?