Resensi Buku Siapa Sebenarnya Soeharto

administrators 14 November 2025 13:00:00 6

Soeharto–sebuah nama yang akrab di telinga. Ia terkenal atas jasa-jasanya dalam meraih kemerdekaan bersama Soekarno. Akan tetapi, salah satu jasa yang terus menjadi perhatian sejarawan sampai detik ini adalah tentang peran beliau dalam aksi pemberontakan G30S/PKI. Sejarah lama menulis, bahwa Soeharto berperan menghentikan PKI dan berhasil melindungi negara dari ideologi komunis. Berkat itu pula ia menjadi presiden selama empat dekade dengan gaya kepemimpinannya yang tegas. Namun, keterlibatan Soeharto masih kerap dipertanyakan. Beberapa pertanyaan seperti, benarkah Soeharto terlibat dan bagaimana cara ia terlibat? Buku ini akan sedikit menjawab.

 

Secara garis besar, buku “Siapa Sebenarnya Soeharto: Fakta dan Kesaksian para Pelaku Sejarah G30S/PKI” berisi hasil wawancara dengan berbagai narasumber yang terlibat langsung dalam Gerakan 30 September PKI. Setidaknya terdapat 14 narasumber yang sebagian besar berasal dari anggota TNI Angkatan Darat (AD). Sisanya adalah penggerak partai, petugas istana, TNI Angkatan Udara (AU), dan duta besar. Bab awal membahas jejak Soeharto di dunia militer, di mana ia sempat hampir dikeluarkan dari AD karena terjerat kasus penyelundupan di Semarang bersama seorang pengusaha asal Tiongkok–Liem Sioe Liong. Reputasi Soeharto yang buruk, membuat ia kesulitan meniti karir. Ia lalu dikirim ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD), tetapi ditugaskan ke dalam Caduad (Cadangan Umum Angkatan Darat) setelah lulus, juga dijuluki sebagai tempat buangan karena diisi oleh perwira-perwira yang dianggap sudah tidak memiliki masa depan karir. Ternyata di situlah karirnya mulai melejit. Ketika Jenderal Nasution memandatkan Soeharto untuk membentuk Kostrat (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) pada 1961, ia memanfaatkan para perwira di Caduad.

 

Sebelum Gerakan 30 September pecah, ada desas-desus mengenai pembunuhan jenderal. Kolonel Latief–teman dekat Soeharto–dalam wawancaranya mengatakan, bahwa ia menemui Soeharto untuk melaporkan hal tersebut, tetapi respon Soeharto hanya diam sampai ketika para jenderal benar dibunuh dan ia malah ditangkap. Soeharto memiliki dendam pribadi terhadap Jenderal Ahmad Yani dan Kolonel D.I Pandjaitan. Berdasarkan wawancara dengan DR. Ben Anderson, terdapat kemungkinan bahwa Soeharto berpikir ada baiknya jika Ahmad Yani disingkirkan.

 

Buku ini mempunyai banyak kelebihan. Sebelum benar-benar masuk ke isi wawancara, tim penulis menggambarkan kilas balik perjuangan Soekarno di dunia militer. Bagian ini membuat pembaca setidaknya memahami posisi serta koneksi Soeharto di masa lalu. Di setiap akhir hasil wawancara terdapat bab selingan berisi pandangan tim penulis yang biasanya akan memberikan informasi, wawasan, dan pandangan baru kepada pembaca. Selain itu, narasumber yang diwawancarai tim penulis merupakan tokoh penting pelaku sejarah G30S/PKI. Profil narasumber tertulis dengan jelas, bahkan waktu wawancara pun dicantumkan seperti contoh saat menemui Mayor TNI (Purn) Soekarbi. Tim penulis menyebutkan, bahwa wawancara tersebut dilakukan ketika Soekarbi menjaga istrinya yang telah seminggu dirawat di RS akibat sakit ginjal dan komplikasi. Hal ini dapat menjelaskan kondisi emosional narasumber pada saat itu yang bisa saja memengaruhi hasil jawaban wawancara.

 

Selanjutnya, antara narasumber satu dengan yang lain memiliki penulisan gaya bahasa yang berbeda-beda ketika menjawab pertanyaan. Namun, perbedaan gaya bahasa ini terkadang terlalu kontras sehingga kurang nyaman dibaca. Adapun berbagai istilah seputar dunia militer dan singkatan-singkatan yang akan lebih baik jika ditambahkan daftar baru di halaman belakang, misalnya daftar singkatan dan glosarium.

 

Buku “Siapa Sebenarnya Soeharto : Fakta dan Kesaksian Para Pelaku Sejarah G30S/PKI” sangat layak dibaca, terutama bagi para akademisi sejarah, peminat sejarah, ataupun bagi yang ingin sekilas mengetahui sosok Soeharto. Buku ini ditulis dengan bahasa ringkas, padat, dan semakin dibaca akan semakin dipahami. Untuk pembaca awam, sebaiknya mempelajari urutan pangkat TNI sebelum membaca agar lebih memudahkan dalam pemahaman. Pembaca juga dapat membaca bagian secara acak karena tulisan dan wawancara yang dimuat di buku tersebut bukanlah suatu peristiwa yang runtut.

 

 

 

Penulis : Dieny Permata Ainy

Editor : Lilik Purwanti

facebook  twitter-x  whatsapp  


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?