Aidit : Dua Wajah Dipa Nusantara

administrators 31 Desember 2025 15:30:58 4

Judul                           : Aidit : Dua Wajah Dipa Nusantara

Pengarang                  : Tempo

Penerbit                       : KPG

Tahun terbit                 : 2010

Jumlah halaman         : 144

ISBN                           : 9789799109187



Sejarah seputar PKI dan tragedi ‘65 seringkali menyebutkan nama Aidit, tetapi siapakah sosok yang kerap disebut itu? Banyak orang hanya mengenal Aidit melalui kacamata negatif, padahal ia sama halnya dengan para pemuda yang penuh impian, pemuda yang dulu pernah memperjuangkan kemerdekaan. Ia ikut andil mempercepat proklamasi Indonesia dalam sebuah aksi rengasdengklok hingga Gerakan 30 September mengubah julukan aktivisnya menjadi pengkhianat. Buku ini kemudian hadir untuk mengungkap ‘sosok lain’ Aidit sebagai seorang pemuda bertekad besar.



Bab awal dimulai dengan kelahiran Achmad Aidit (1923). Diceritakan bahwa sejak kecil Achmad Aidit tidak pernah meminta sesuatu kepada ayahnya kecuali jika memang itu benar-benar diinginkan. Saat berusia 13 tahun, ia meminta izin merantau ke Pulau Jawa untuk melanjutkan sekolah karena pada masa itu sekolah tertinggi di Belitung hanya setara dengan sekolah dasar. Ia bersekolah di Middestand Handle School (MHS), Jakarta. Dari sinilah bakat kepemimpinannya menonjol.

 

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, Aidit mulai tertarik dengan situasi politik di Ibu Kota. Ia bergabung dengan Persatuan Timur Muda dan dalam waktu singkat diangkat sebagai ketua. Aidit sangat aktif dalam gerakan-gerakan pemuda, bahkan ikut menculik Soekarno-Hatta agar proklamasi kemerdekaan segera diumumkan. Akan tetapi, ia lantas terpengaruh nasihat Musso. Tokoh komunis ini memberikan pemahaman bahwa proklamasi seharusnya dilakukan oleh kaum proletar, bukan malah dipegang orang borjuis seperti Soekarno dan Hatta. Aidit menjadi ketua PKI menggantikan Musso  setelah gerakan yang dianggapnya revolusioner pada tahun 1948 di Madiun itu gagal. Kejadian tersebut justru membuat tekad Aidit semakin membara. Ia memulihkan kembali PKI dan berhasil membawa partai ke peringkat tiga besar nasional dalam pemilu legislatif 1955. Dengan ini, ia optimis bahwa PKI akan menang di putaran berikutnya. PKI yang didominasi oleh kaum proletar akan segera memegang kekuasaan Indonesia. Ini adalah mimpi Aidit. Namun, Gerakan 30 September menghancurkan mimpi itu. Ia ditangkap. Seorang tentara AD sempat memberikan kesempatan Aidit untuk mengucapkan kata terakhir, tetapi tekadnya tak pernah padam. Aidit melakukan orasi terakhir dengan suara lantang sebelum sebuah peluru melubangi dadanya.



Kelebihan buku ini yaitu adanya indeks di halaman belakang. Indeks tersebut berisi nama-nama yang pernah disebutkan dalam buku beserta di halaman mana saja ia disebut, sehingga memudahkan pembaca dalam mencari nama-nama tertentu. Selain itu, kata pengantarnya sangat menarik. Ia menceritakan proses yang tidak mudah dalam menemui para narasumber untuk diwawancarai dan jarang sekali buku biografi politik menerangkan proses tersebut. Buku ini juga dilengkapi banyak gambar yang membuat pengalaman membaca menjadi lebih menarik. Format buku tampak seperti majalah. Terdapat berbagai sisipan gambar, ilustrasi, dan kotak informasi di antara narasi utama. Hal ini dapat memberikan pengetahuan tambahan, tetapi juga mengacau konsentrasi pembaca. Seperti contoh pada halaman 74 di mana narasi utama menceritakan wasiat Aidit sementara sisipan di bawahnya menceritakan penangkapan Aidit. Perbedaan bahasan ini membuat fokus pembaca terbelah.


“Aidit : Dua Wajah Dipa Nusantara” memberikan banyak wawasan tentang sejarah, politik, dan orang kiri. Buku ini layak dibaca, terutama bagi orang-orang yang penasaran dengan Aidit. Dari buku ini setidaknya kita akan memahami mengapa Aidit memiliki paham komunisme dan bersikeras mempraktikkan ideologi komunisme tersebut di Indonesia. Bahasa digunakan cukup santai, tetapi karena isi pembahasan cukup kompleks dan padat topik sejarah tertentu, pembaca awam tidak disarankan membaca buku ini.

 

 

Penulis : Dieny Permata Ainy

Editor    : Lilik Purwanti

facebook  twitter-x  whatsapp  


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?