Jauh Melampaui Target, Pameran Temporer Vredeburg Diserbu 13 Ribu Pengunjung

administrators 31 Maret 2022 14:30:18 99


Pameran temporer ‘Daulat dan Ikhtiar: Memaknai Serangan Umum 1 Maret 1949 melalui Seni’ yang telah berlangsung selama sebulan, Jumat (31/3/2022) secara resmi ditutup oleh Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran ini terwujud berkat kerjasama Museum Benteng Vredeburg dengan Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pameran yang ditargetkan dikunjungi oleh 5000 pengunjung, ternyata menghasilkan kunjungan yang jauh berlipat, yakni sekitar 13.000 pengunjung. Sedangkan total pengunjung Museum Benteng Vredeburg selama berlangsungnya pameran melesat diangka 28.845. Sementara pada akun media sosial, terpantau dalam aplikasi tiktok penggunaan #bentengvredeburg melesat hingga mencapai 2,6 juta.

Dalam sambutannya Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Suharja, mengungkapkan bahwa peringatan Serangan Umum 1 Maret di tahun ini sangatlah istimewa karena pada tahun ini Pemerintah menetapkan tanggal 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan, sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tertanggal 24 Februari 2022. Ditetapkannya Serangan Umum 1 Maret sebagai Hari Besar Nasional ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh komponen di DIY yang mengawal pengusulannya sejak tahun 2018.  

Dalam momen yang istimewa tersebut, kegiatan pameran temporer ‘Daulat dan Ikhtiar’ yang diselenggarakan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta untuk menyemarakkan Peringatan Serangan Umum 1 Maret ini juga mendapatkan respon yang sangat bagus, terutama dari para generasi milenial. Publikasi pameran yang dilakukan melalui beberapa kanal media sosial menghasilkan tingkat kunjungan yang sangat signifikan. 

“Ini benar-benar publikasi yang sangat melampaui keberhasilan pameran-pameran di Indonesia. Ini tidak lain karena keterlibatan teman-teman influencer dan tiktoker”, ungkap Kepala Museum seraya menghaturkan terima kasihnya kepada para influencer.

Keberhasilan pameran ini juga berkat kolaborasi dengan seniman yang penuh imajinasi. Ruh dari museum adalah koleksi, namun koleksi museum tidak ada artinya tanpa story dan imajinasi. Terkait pentingnya imajinasi, Kepala Museum mengutip perkataan Einstein bahwa kecerdasan yang sesungguhnya bukanlah ilmu pengetahuan, tetapi imajinasi. Sementara Imajinasi adalah nenek moyangnya inovasi. 

“Dalam perkembangannya, perubahan jaman akan membawa kita dari abad informasi menuju pada dream society. Mimpi kita akan mewujud pada pameran ini” papar Suharja. 

Dalam kesempatan tersebut Kepala Museum menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pemangku kepentingan sehingga pada tahun 2020 Museum Benteng Vredeburg berhasil meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI WBK). Kemudian Tahun 2022 Kepala Museum memohon doa restu kepada seluruh pemangku kepentingan untuk Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta maju menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta siap menuju WBBM dengan slogan CERIA (Cerdas Efektif Responsif Integritas Antusias) berbasis DOA (Digitalisasi Otomatisasi dan Artificial Inteligence). Slogan ini nantinya akan menjadi budaya kerja di lingkungan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Selain itu, untuk memaksimalkan layanan, Museum Benteng Vredeburg juga memberikan kemudahan dalam layanan magang, PKL, serta dalam pemanfaatan gedung maupun sarana prasarana, yang seluruhnya dapat diakses melalui website museum. 

“Prinsipnya, kami adalah pelayan bagi Bapak/Ibu sekalian. Dengan ekosistem pemajuan kebudayaan ini semoga Museum Benteng Vredeburg semakin ‘ngremboko’ (berkembang) dan memberikan manfaat bagi masyarakat”, pungkas Suharja mengakhiri sesi sambutannya. 

Selain Kepala Museum, turut hadir memberikan sambutan Ketua PWK III Kota Yogyakarta, Sujono dan Kurator Pameran Daulat & Ikhtiar, Mikke Susanto. Dalam penutupan pameran tersebut diberikan hadiah kenang-kenangan dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta kepada mereka yang berkontribusi besar dalam suksesnya acara pameran. Penerima hadiah terdiri dari para seniman yang telah mempersembahkan karya terbaiknya dalam pameran Daulat & Ikhtiar serta para influencer tiktok.  

 

Penulis: Lilik Purwanti (Pamong Budaya Ahli Pertama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta)



Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?