Resensi Buku “Laporan Dari Banaran, Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan”

administrators 23 April 2021 13:17:25 167

Diary, mungkin kata yang bisa menggambarkan buku Laporan dari Banaran milik T.B Simatupang. Buku ini, sangat menarik untuk dibaca. Laporan dari Banaran ini sangat "renyah" untuk dibaca. Karena sebagai sebuah diary, maka penggunaan bahasa dalam buku ini sangat ringan, sehingga lebih mudah untuk dipahami. Kata "aku", "kita" banyak digunakan T.B Simatupang untuk menunjukan Indonesia, militer dan para pejuang.


Sudut pandang buku ini perpangkal tolak dari Banaran, karena hampir tiga perempat isi buku mengisahkan pengalaman Simatupang dalam perjalanan perang gerilya melawan Belanda. Buku ini disusun dari awal Agresi Militer II terjadi hingga klimaksnya adalah kembalinya Jenderal Soedirman ke Yogyakarta. Di bagian awal buku ini dikatakan bahwa isi Laporan dari Banaran sepertiganya adalah surat-surat dan laporan dari masa itu yang sebagian baru diungkapkan. Memang benar, dalam bab-bab buku ini banyak ditampilkan surat dan laporan pada masa revolusi terjadi.

Buku ini menjadi referensi bacaan menarik, karena menampilkan sisi humanisme sebuah perjalanan perang. Layaknya buku harian, Laporan dari Banaran mengungkap kisah-kisah humanis manusia, seperti pada di salah satu bab diceritakan bahwa pasukan gerilya memilih "nyeker" karena jari-jari kaki menjarang dan lebih menempel pada tanah yang berlumpur. Sementara jika memakai sepatu, lebih licin dan mudah tergelincir.

Akhirnya, Laporan dari Banaran merupakan sebuah otobiografi T.B Simatupang yang juga sebagai catatan perjalanan revolusi bangsa ini sekaligus buku sejarah yang layak untuk dijadikan rujukan.

Resensi buku

Judul “Laporan Dari Banaran, Kisah Pengalaman Seorang Prajurit Selama Perang Kemerdekaan"

Penulis : T.B. Simatupang

Penerbit: Penerbit Sinar Harapan

Tempat terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1980

Koleksi Perpustakaan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Call number : 959.82 SIM I

 

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai institusi yang bergerak dibidang ilmu pengetahuan menyediakan fasilitas perpustakaan sebagai sumber pustaka bagi karyawan museum maupun masyarakat umum. Ruang perpustakaan menempati bangunan J (eks perkantoran).

Perpustakaan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dapat dikunjungi pada hari kerja dengan menyesuaikan jam operasional kantor dengan berbagai fasilitas, diantaranya:

- Katalog buku Online yang dapat diakses di https://libsys-online.xyz/museum-vredeburg/opac/

- Buku-Buku yang tidak hanya bisa dibaca ditempat, namun juga bisa dipinjam oleh pengunjung.

- Komputer dan Wifi

- Ruang Baca yang representatif dan dilengkapi dengan AC dan penerangan yang cukup

- Loker Penyimpanan Tas bagi Pengunjung



Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?