Diorama Berdirinya Tamansiswa-Diorama I Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

administrators 22 Agustus 2017 15:56:56 481

DIORAMA I No.5

Diorama I menampilkan adegan peristiwa sejarah sejak Perang Diponegoro (1825-1830) sampai dengan masa Penjajahan Jepang (1942-1945). Salah satu adegan yang terdapat di dome kelima Diorama I adalah adegan Ki Hadjar Dewantara sedang menyampaikan gagasannya pada saat dicetuskannya berdirinya National Onderwijs Instituut Tamansiswa. Bertempat di Jl. Tanjung No. 32 (sekarang Jl. Gadjah Mada No. 32) Yogyakarta pada tanggal 3 Juli 1922. Sejarah singkat dari diorama tersebut menceritakan pada masa kolonial terjadi ketimpangan dalam hal pemerataan pendidikan. Sistem pendidikan yang berlaku lebih banyak berorientasi pada kepentingan bangsa Belanda dari pada rakyat pribumi. Hal ini menjadi tantangan bagi bagi kaum pergerakan untuk menciptakan iklim yang baru dalam dunia pendidikan yang berdasarkan pada kebudayaan dan kepentingan rakyat Indonesia. Dari mereka lahir gagasan untuk mengentaskan bangsa Indonesia dari penindasan tersebut. Mereka kemudian membentuk sebuah forum untuk membicarakan masalah nasib bangsa Indonesia yang kemudian dikenal dengan "Perkumpulan Selasa Kliwon" di Yogyakarta. Forum ini beranggotakan antara lain RM. Soetatmo Soerjokoesoemo, RM. Soerjopoetro, BRM. Soebono, Ki Pronowidigdo, RM. Soewardi Soerjoningrat (Ki Hadjar Dewantara), Ki Ageng Soerjo Mataram, Ki Soetopo Wonoboyo dan RM. Gondo Atmodjo. Dari beberapa pertemuan, mereka telah berhasil membangun niat untuk membangun jiwa merdeka Bangsa Indonesia. Oleh karenanya dilanjutkan dengan pembagian tugas sebagai berikut : - RM. Soewardi Soerjoningrat (Ki Hadjar Dewantara) bertugas dalam masalah pendidikan anak. - Ki Ageng Soerjo Mataram bertugas menggarap jiwa merdeka bagi orang dewasa. Media ajarannya terkenal dengan "Kawruh Begja". - RM. Soerjopranata (kakak Ki Hadjar Dewantara) seorang tokoh SI dan pemimpin Adidharma bertugas mematangkan pikiran kaum buruh, yang karena keberaniannya mendapat julukan de staking konig (raja pemogokan) Ketika hasrat akan pengajaran rakyat bumi putra sedang bergolak-golak, RM. Soewardi Soerjoningrat tokoh Perkumpulan Selasa Kliwon, pada tanggal 3 Juli 1922 berhasil mendirikan National Onderwijs Instituut Tamansiswa di Tanjung Weg 32 (sekarang Jl. Gadjah Mada 32 Yogyakarta). Sistem pendidikan di dalamnya terkenal dengan Sistem Among yang mendasarkan pada dua landasan pokok yaitu : Pertama, Kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir-batin, sehingga dapat hidup berdiri sendiri. Dan kedua, Kodrat alam sebagai syarat untuk menghidupkan dan mencapai kemajuan dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya. Pada tanggal 6 Januari 1923 di dalam National Instituut Tamansiswa dibentuk sebuah majelis yang disebut "Instituutraad" yang bertugas memperlancar jalannya pendidikan. Dalam konferensi di Yogyakarta pada tanggal 20 – 22 Oktober 1923, perguruan ini memperluas Instituut menjadi Hoofdraat (majelis luhur), dengan susunan sebagai berikut : Ketua :   RM. Soetatmo Soeryokoesoemo Ketua II :   RM. H. Soerjopoetro Panitera Umum :   Ki Hadjar Dewantara Anggota :   Ki Pronowidigdo, M.Ng. Wiyodihardjo, R. Roedjito, Mr. Soeyoedi, RM. Soeryodipoero Penasehat :   Ki Prawirowiworo Baru pada tahun 1930 nama National Onderwijs Instituut Tamansiswa diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Perguruan Nasional Tamansiswa. Sumber : Buku Panduan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?



Berikut ini adalah Reformasi Birokrasi (RB) Pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download Soft Data Dibawah ini :

Grand Design Reformasi Birokrasi (RB) :

Peraturan Presiden RI No. 81 Tahun 2010 Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

Road Map Reformasi Birokrasi (RB) :
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta :

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Elektronik Dokumen (e-doc) Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Informasi Pelayanan Pengaduan Berupa SMS yang Dapat Diakses Oleh Publik Dimanapun Berada Dengan Menggunakan Handphone / Mobile Phone Di Nomor : 081226099292

Portal Layanan Pengaduan Online Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.


http://ult.kemdikbud.go.id/