Janji Kemerdekaan Panglima Perang Jepang

administrators 12 Agustus 2020 10:03:46 6658



Sumber foto : www.geheugen.delpher.nl


Tanggal 12 Agustus 1945 Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan dr. Radjiman  memenuhi undangan Panglima Angkatan Perang Jepang di Asia Tenggara Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Dalam pertemuan itu Jepang berjanji memberikan kemerdekaan untuk Indonesia. Pelaksanaan kemerdekaan disiapkan oleh sebuah badan bentukan Jepang yaitu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yang mana Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta adalah ketua dan wakil ketuanya.

Tentu saja ketiganya senang bukan main mendengar janji tersebut. Setelah bertahun-tahun berjuang akhirnya kemerdekaan bisa diraih. Tidak sabar mereka ingin mengabarkan berita gembira itu pada rekan-rekan seperjuangan di tanah air. 

Tetapi kemerdekaan Indonesia bukan hadiah pemberian Jepang. Kemerdekaan Indonesia adalah hasil kerja keras, peluh keringat, tetes air mata, darah, dan doa para pejuang. Janji Jepang tak lepas dari andil Jepang dalam kancah Perang Dunia II. Setelah dibombardir oleh Amerika Serikat lewat bom atom di Hiroshima dan Nagasaki posisi Jepang semakin tampak mendekati kekalahan. Di saat itulah mereka perlu mencari dukungan, yaitu dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Dikutip dari tulisan sejarawan Taufik Abdullah dalam Republika, 12 Agustus 2014 dikatakan setidaknya ada tiga alasan dibalik janji kemerdekaan dari Jepang. Pertama menarik simpati rakyat Indonesia. Seandainya Jepang benar-benar kalah perang, maka kemerdekaan Indonesia akan dianggap sebagai hadiah terakhir dari Jepang. Kedua, Jepang ingin mendapat dukungan politik dari Indonesia. Ketiga, mendapat berbagai keuntungan dari Indonesia. Indonesia kaya sumber daya alam, bahan baku, serta tenaga kerja yang sangat diperlukan Jepang dalam perang melawan Sekutu.





Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?