Lima Hari Vredeburg Fair Tembus 12.639 Pengunjung, Pameran ‘Satoe’ Kian Diminati

administrators 25 September 2023 17:05:00 305

Vredeburg Fair 2023 yang dijadwalkan berlangsung selama 2 bulan dengan mentargetkan kunjungan sejumlah 51.000, dalam lima hari pertamanya yakni tanggal 20-24 September 2023, telah mencatatkan penjualan tiket sejumlah 12.639 pengunjung. Selama lima hari pertama ini berarti telah tercapai hampir seperempat dari jumlah kunjungan yang ditargetkan. Kunjungan di hari Sabtu, 23 September 2023, menjadi yang paling ramai selama lima hari tersebut, yakni sejumlah 5.070 pengunjung. 

Selama lima hari Vredeburg Fair 2023, berlangsung beberapa kegiatan seperti Panggung Senja Budaya, Panggung Malam Budaya, dan Gelar Karya Komunitas ‘Ragam Komunitas, Satu Nafas’. Sedangkan, dua kegiatan yang belom berlangsung, yakni Konser Musik “Soegi Bornean” yang akan diselenggarakan pada 5 Oktober 2023, dan Kegiatan Jelajah Sejarah Bersepeda pada 15 Oktober 2023. Selain itu, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta juga mempersembahkan Pameran Temporer Museum bertajuk “Satoe” yang kehadirannya mendapatkan apresiasi dari pengunjung.  Pameran ‘Satoe’ dapat dinikmati oleh pengunjung selama dua bulan, selama berlangsungnya Vredeburg Fair 2023. 

Lima Hari Pameran Temporer ‘Satoe’ dikunjungi 5.590 Pengunjung

Pameran Temporer ‘Satoe’ yang dibertempat di Gedung Sultan Agung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta selama tanggal 20-24 September 2023 telah mencatatkan kunjungan sejumlah 5.590 pengunjung. Pengunjung yang sebagian besar adalah anak-anak muda ini juga menuliskan testimoni posistif terkait pameran ‘Satoe’. 

Pameran ‘Satoe’ mengisahkan tentang peran Yogyakarta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya bertugas menggantikan Jakarta sebagai Ibukota, namun Yogyakarta menyimpan sejuta kisah heroik yang menarik diceritakan. Rakyat semesta berSATOE dengan daya upaya yang dipunya. Pameran ini mengambil tema ‘SATOE’ sebagai penjabaran bahwa perjuangan yang dilakukan oleh beberapa masyarakat merupakan bentuk gerakan masing-masing kelompok yang memiliki satu tujuan yaitu Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Pameran ‘SATOE’ juga ingin menggarisbawahi bahwa senjata revolusi bukan hanya soal peluru dan pistol, namun kerjasama membentuk kekuatan dibangun dengan banyak hal dikehidupan sehari-hari yang mungkin terkesan sepele, seperti kertas, kain, alat musik, bahkan sepotong papan kayu menjelma menjadi kekuatan besar revolusi dan menghasilkan satu tujuan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beberapa koleksi yang dipamerkan merangkum perjuangan segenap elemen bangsa, yang terbagi dalam perjuangan rakyat, perjuangan pemuda, perjuangan politik, dan perjuangan tenaga kesehatan.


Penulis : Lilik Purwanti (Pamong Budaya Ahli Pertama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta(



Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?