Sarasehan "Kesejarahan, Kepurbakalaan dan Permuseuman" 29 Mei 2014

administrators 30 Mei 2014 08:48:26 278

sarasehan-web Sarasehan "Kesejarahan, Kepurbakalaan dan Permuseuman dalam rangka Kemah Budaya 2014 diselenggarakan pada tanggal 29 Mei 2014 di Gedung G Lantai 2 Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Sarasehan tersebut menghadirkan tiga narasumber: Drs. Darto Harnoko (Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta), Septi Indrawati K, SS (Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta) serta Drs, Suharjo (Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta). Dalam kegiatan tersebut dipaparkan bahwa sangat penting memahami Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika karena akan memunculkan rasa solidaritas guna menghindari pertikaian antar suku, ras, agama yang beragam di Indonesia. Dengan memahami keBhinnekaan, maka akan tercipta persatuan dan kesatuan Indonesia yang sangat diperlukan dalam rangka terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun aspek pembelajaran dari bukti peninggalan purbakala: untuk mengetahui (learn to know) sejarah-budaya (kognitif), untuk praktik/mengerjakan sesuatu (learn to do) merawat cagar budaya(psikomotorik), untuk beretika (learn to be) sesuai prinsip falsafah negara Pancasila, untuk hidup dalam kebersamaan dan keberagaman (learn life together) penghargaan aspek multi kultur & meneguhkan prinsip Bhineka Tunggal Ika. Manfaat yang didapat: wahana tumbuh kembangnya rasa bangga (sense of pride), bukti identitas atau jati diri serta proses kesadaran sejarah mengenai eksistensi bangsanya, potensi yang ada perlu dikelola dengan baik, harus ada rasa memiliki (sense of belonging), serta rasa berkewajiban (sense of obligation) untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan untuk diambil sebagai sumber inspirasi dan direfleksikan bagi kehidupan kita selanjutnya. Peninggalan purbakala mempunyai banyak manfaat dalam pembelajaran dan peneguhan karakter bangsa (terutama religius, disiplin, peduli sesama, peduli lingkungan & tanggung jawab), sehingga kita harusnya meneladani agar selalu menjadi bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, bermartabat, mandiri dan kreatif sesuai yang diamanatkan dalam Undang Undang. Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai museum khusus sejarah perjuangan nasional merupakan salah satu tujuan wisata, seni, budaya dan ilmu pengetahuan. Peranannya sebagai museum bertugas melaksanakan pengumpulan, perawatan, penelitian, penyajian, penerbitan hasil penelitian dan memberikan bimbingan edukatif kultural mengenai benda dan sejarah perjuangan bangsa Indoesia khususnya di wilayah Yogyakarta yang diapresiasikan ke dalam berbagai kegiatan seperti: pameran, penelitian, seminar, ceramah, diskusi, lomba, festival dan lain-lain. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan serta melestarikan nilai-nilai kejuangan, seni dan budaya bangsa Indonesia.


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?



Berikut ini adalah Reformasi Birokrasi (RB) Pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download Soft Data Dibawah ini :

Grand Design Reformasi Birokrasi (RB) :

Peraturan Presiden RI No. 81 Tahun 2010 Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

Road Map Reformasi Birokrasi (RB) :
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta :

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Elektronik Dokumen (e-doc) Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Informasi Pelayanan Pengaduan Berupa SMS yang Dapat Diakses Oleh Publik Dimanapun Berada Dengan Menggunakan Handphone / Mobile Phone Di Nomor : 081226099292

Portal Layanan Pengaduan Online Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.


http://ult.kemdikbud.go.id/