Konservasi Kuratif Monumen Serangan Oemoem Satoe Maret 1949

administrators 02 September 2015 14:46:31 372

konservasi6 Yogyakarta, 2 September 2015. Konservasi koleksi benda cagar budaya di sebuah museum penting dilakukan mengingat keberadaan sebuah benda koleksi sangat tergantung dari proses perawatan dan pemeliharaannya. Baik dan buruknya keberadaan koleksi sangat tergantung dari proses yang dilaksanakan oleh kelompok konservasi. Tim konservasi bertanggungjawab terhadap pemeliharaan dan perawatan koleksi sebuah museum. Kegiatan konservasi mempunyai dua fungsi utama yaitu:
  1. Berfungsi menangani lingkungan, artinya melakukan tindakan penyelamatan lingkungan tempat penyimpanan obyek koleksi museum. Tempat penyimpanan koleksi jika tidak terawat dapat mendatangkan bahaya atau kerusakan. Oleh sebab itu, diupayakan keadaan obyek koleksi museum dalam keadaan baik.
  2. Berfungsi menangani koleksi artinya tindakan perawatan yang ditujukan kepada objek koleksi museum yang mengalami kerusakan atau kena gangguan suatu penyakit. Kegiatan konservasi ini melakukan pemeriksaan, penyelamatan, atau tindakan lain.
Kedua fungsi konservasi tersebut tidak boleh dipisahkan satu sama lain dalam upaya menyelamatkan dan merawat obyek koleksi museum. Konservasi terdiri dari konservasi preventif dan konservasi kuratif. Konservasi prefentif adalah konservasi yang dilakukan dalam rangka mengendalikan factor-faktor penyebab kerusakan atau pelapukan yang mengancam kondisi keterawatan cagar budaya. Konservasi prefentif merupakan tindakan yang mencegah kerusakan atau mengurangi potensi kerusakan. Konservasi kuratif adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki, merekonstruksi, dan merestorasi suatu koleksi dari kerusakan atau pelapukan. Sebelum menentukan tindakan konservasi sebaiknya seorang konservator melakukan diagnostic terhadap koleksi agar tindakan konservasi yang dilakukan tepat sasaran. Adapun kajian sebelum penanganan konservasi merupakan salah satu aspek yang sangat mendasar perlu dilakukan, baik yang menyangkut bahan dasar yang digunakan dan terutama akar permasalahan yang dihadapi. Tim konservasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta melakukan konservasi kuratif pada Selasar dan Relief Monumen Serangan Oemom Satoe Maret 1949. Konservasi ini untuk menghilangkan jamur, lumut dan penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh iklim atau kesalahan manusia (vandalisme). konservasi2


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?



Berikut ini adalah Reformasi Birokrasi (RB) Pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download Soft Data Dibawah ini :

Grand Design Reformasi Birokrasi (RB) :

Peraturan Presiden RI No. 81 Tahun 2010 Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

Road Map Reformasi Birokrasi (RB) :
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta :

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Elektronik Dokumen (e-doc) Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Informasi Pelayanan Pengaduan Berupa SMS yang Dapat Diakses Oleh Publik Dimanapun Berada Dengan Menggunakan Handphone / Mobile Phone Di Nomor : 081226099292

Portal Layanan Pengaduan Online Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.


http://ult.kemdikbud.go.id/