Resensi Buku “ Perjuangan Gerilya Membela Kemerdekaan Negara dan Bangsa”

administrators 03 Mei 2021 09:43:49 97


Agresi Militer Belanda I memantik reaksi kaum revolusioner bangsa kita untuk bekerja lebih keras mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setelah percobaan perebutan kembali Indonesia oleh Belanda yang pertama tahun 1947, Jenderal Soedirman memberikan perintah untuk dibentuk Sistem Pertahanan Rakyat yang diimplementasikan menjadi Perang Rakyat Semesta.

Di Jawa, oleh Kolonel A.H Nasution dibentuk Markas Besar Komando Djawa (MBKD) yang kemudian dipecah menjadi wehrkreise, sub wehrkreise, rayon dan sektor. Surakarta adalah salah satu wilayah pertahanan Sub Wehrkreise (SWK) 106 Arjuna.

Buku ini, Perjuangan Gerilya Membela Kemerdekaan Negara dan Bangsa menunjukan kepada kita 
#sahabatmuseum pertahanan militer di kota Surakarta untuk menghadapi Agresi Militer. Di dalam poko Perintas Siasat No.1, dijelaskan strategi dan konsolidasi rakyat dan militer untuk mempertahankan Surakarta. Pendudukan Surakarta oleh Belanda menyebabkan kekosongan kekuasaan sipil di kota ini. Maka dari itu, diangkat Soedjatmo Hardjosoebroto diangkat memimpin Surakarta untuk membentuk dan melaksanakan tugas Pemerintahan Republik Indonesia.

Jika kita tengok daftar isinya, buku tipis ini berisi narasi hanya setengah bagian dari buku. Sementara setengahnya lagi berisi lampiran yang memuat diantaranya foto-foto dokumenter, daftar pelaku sejarah dan peta kota surakarta. Sebagai bahan bacaan, mungkin ini akan terasa membosankan karena sangat singkat narasi yang ditulis. Akan tetapi, sebagai bahan rujukan, buku ini bisa menjadi bahan rekomendasi penulisan sejarah revolusi Indonesia.

 

Resensi buku

Judul “Perjuangan Gerilya Membela Kemerdekaan Negara dan Bangsa "

Penerbit : Paguyuban Para Pelaku Pemerintah Republik Indonesia Balai Kota Surakarta Dalam Pendudukan Belanda tahun 1948-1950

Tempat terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1995

Koleksi Perpustakaan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

 

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai institusi yang bergerak dibidang ilmu pengetahuan menyediakan fasilitas perpustakaan sebagai sumber pustaka bagi karyawan museum maupun masyarakat umum. Ruang perpustakaan menempati bangunan J (eks perkantoran).

Perpustakaan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dapat dikunjungi pada hari kerja dengan menyesuaikan jam operasional kantor dengan berbagai fasilitas, diantaranya:

- Katalog buku Online yang dapat diakses di https://libsys-online.xyz/museum-vredeburg/opac/

- Buku-Buku yang tidak hanya bisa dibaca ditempat, namun juga bisa dipinjam oleh pengunjung.

- Komputer dan Wifi

- Ruang Baca yang representatif dan dilengkapi dengan AC dan penerangan yang cukup

- Loker Penyimpanan Tas bagi Pengunjung



Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?