Mas Menteri Luncurkan IHA di Vredeburg

administrators 20 Mei 2024 13:05:47 79


Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Kamis (16/5) malam, menjadi tempat peluncuran IHA (Indonesian Heritage Agency). Peluncuran IHA ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Museum Internasional. IHA diluncurkan secara resmi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, perwakilan negara sahabat, serta pelaku budaya dari berbagai kalangan. Tampak beberapa artis turut hadir, seperti Chelsea Islan, Nicholas Saputra, Zaskia Adya Mecca, Happy Salma, Ario Bayu, dll.

Dalam sambutannya, Mendikbudristek mengungkapkan bahwa kebanyakan museum di Indonesia masih menjadi ruang diam, sepi, dan tidak menjadi pilihan destinasi wisata masyarakat. Padahal kekayaan budaya Indonesia tidak diragukan lagi. Oleh karenanya dibutuhkan suatu langkah berani untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar terbuka dan inklusif sebagai long life education. Pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency)  bukanlah sebuah visi yang tiba-tiba muncul, namun bertahun-tahun direncanakan hingga akhirnya bisa diluncurkan hari ini. 

“Jadikan museum dan cagar budaya sebagai tujuan wisata edukasi dan bawalah anak-anak kita. Nyalakan obor rasa ingin tahu anak-anak muda terhadap kebudayaan bangsa. Tapi anak-anak butuh pengalaman yang menyenangkan di museum. Maka IHA harus jadi ruang publik yang hidup, agar koleksi-koleksi kita bisa “berbicara” ke publik dan menginspirasi publik”, papar Mendikbudristek kerap di sapa Mas Menteri. 

Sementara Hilmar Farid,  Direktur Jenderal Kebudayaan, memaparkan penjelasannya terkait Indonesian Heritage Agency (IHA). IHA merupakan badan layanan umum museum dan cagar budaya di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang saat inibertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 cagar budaya nasional di Indonesia. IHA mempunyai visi menjadi institusi yang bersifat kolaboratif dan mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya. 

Konsep reimajinasi yang digagas IHA mencakup tiga pilar utama, yaitu reprogramming (pemrograman ulang), redesigning (perancangan ulang), dan reinvigorating (penyegaran kembali). Reprogramming adalah tentang memprogram ulang koleksi dan kuratorial, mempertajam narasi besar dari setiap museum dan cagar budaya untuk memastikan bahwa kisah-kisah yang diceritakan tidak hanya berakar dalam sejarah, tetapi juga relevan dengan konteks sosial dan budaya saat ini. Redesigning merupakan bentuk perancangan ulang untuk memperkaya pengalaman pengunjung, mengutamakan estetika, keselamatan, dan kenyamanan, serta penghormatan terhadap koleksi warisan budaya. Reinvigorating bermaksud membawa semangat baru ke dalam kapasitas lembaga.

“Keterlibatan masyarakat, khususnya mereka yang hidup berdampingan dengan museum dan cagar budaya, menjadi prioritas. Hal ini kita lakukan untuk memastikan keberlanjutan menjadi kunci utama,” pungkas Hilmar Farid. 

Adapun Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta meliputi pembenahan dan pembuatan Air Mancur (Waterfountain); Pembuatan Marchandise shop, serta area coffe shop; pembenahan pada Diorama museum; dan pembuatan area bermain anak. 


Penulis : Lilik Purwanti (Pamong Budaya Ahli Pertama)



Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?