Libur Lebaran, Pengunjung Vredeburg Didominasi dari Luar Jogja

administrators 07 April 2026 15:50:11 6

Setiap tahun, Yogyakarta masih menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan. Banyaknya jumlah dan beragamnya destinasi wisata menjadi alasan masyarakat selalu mengunjungi kota ini. Berbagai jenis tempat wisata yang bisa dipilih menjadikan kota Jogja tidak pernah habis untuk dieksplorasi. Setiap wilayah kabupaten punya keunikan wisata yang khas dan berbeda dengan daerah lainnya. Sehingga, pengalaman yang didapatkan oleh wisatawan tidak pernah habis dan membosankan.

Wisata budaya dan sejarah menjadi salah satu daya tarik wisata Jogja yang selalu diminati masyarakat. Jogja yang juga dikenal sebagai City of Museum punya kekuatan nilai jual di sektor wisata ini. Masyarakat punya kesempatan untuk menjelajahi museum di seluruh kota Jogja sesuai dengan minat dan kesenangan.

Museum Benteng Vredeburg adalah salah satu kekuatan wisata sejarah di Jogja. Sudah berdiri sejak 1992, museum ini konsisten menyajikan ragam koleksi kesejarahan di Indonesia dengan sangat menarik. Dengan terus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, Museum Benteng Vredeburg beradaptasi dan bertransformasi hingga menjadikannya semakin recommended untuk dikunjungi semua kalangan. 

Di masa libur lebaran 2026, Museum Benteng Vredeburg dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah sekitar 16 ribu wisatawan yang berkunjung ke Vredeburg ini didominasi oleh pengunjung dari luar Jogja. Terbanyak berasal dari Surakarta. Masyarakat memilih Vredeburg sebagai tujuan wisata karena dianggap dekat dari Solo. Waktu tempuh yang singkat, ditambah kemudahan Tol Solo-Jogja, membuat masyarakat memilih Vredeburg karena dianggap terjangkau. Lokasi Vredeburg yang berada di tengah kota juga menjadi alasan. Tidak perlu jauh-jauh, cukup di tengah kota masyarakat sudah bisa berwisata tanpa harus menghabiskan banyak waktu. 

Pemudik dari Jakarta dan Bandung menempati posisi kedua jumlah kunjungan tertinggi di Vredeburg. Biasanya mereka adalah pemudik yang pulang ke kampung halaman di Jogja dan daerah sekitarnya. Mereka yang pernah sekolah atau kuliah di Jogja, menikmati kembali kota ini dengan mengunjungi Vredeburg menjadi nostalgia masa lalu. Apalagi sambil mengajak anak dan keluarga, rasanya cerita masa lalu disegarkan kembali.  

Angka kunjungan wisatawan dari Aceh dan daerah lain di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, ternyata juga tinggi. Alasan yang disampaikan biasanya karena mereka masih mempunyai waktu cukup panjang untuk jalan-jalan di Jogja setelah selesai mengunjungi sanak kerabat. Mereka memilih Museum Vredeburg karena ingin mengenalkan sejarah Indonesia kepada anak-anak mereka. 

Dengan tingginya antusiasme masyarakat berkunjung, Museum Benteng Vredeburg berkomitmen menjaga kualitas layanan. Mulai dari tata pamer koleksi di dalam diorama yang dibuat semenarik mungkin untuk meningkatkan pengalaman berkunjung para wisatawan. Kemudian, sarana dan prasarana seperti toilet, musala, parkiran kendaraan, wastafel cuci tangan juga diperhatikan perawatannya untuk menjamin kenyamanan pengunjung selama berada di museum. Kegiatan publik juga banyak dihadirkan untuk menambah variasi kegiatan yang dapat dilakukan oleh pengunjung. 

Tingginya kunjungan wisatawan dari luar Jogja ke Museum Benteng Vredeburg menunjukan kalau minat masyarakat untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga terhadap wisata edukasi sejarah mengalami tren positif.


Penulis: Noibenia Gendrit K.R (Edukator Museum Benteng Vredeburg)

Editor : Lilik Purwanti (Pamong Budaya Ahli Pertama)


facebook  twitter-x  whatsapp  


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?