Diorama Perlawanan Gerilyawan TNI di Yogyakarta Selatan - Diorama III Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

administrators 30 Agustus 2018 14:48:53 366

  Diorama III Menampilkan adegan peristiwa sejarah sejak disepakatinya Perjanjian Renville tahun 1949 sampai dengan adanya pengakuan Kedaulatan RIS tahun 1949. Salah satu adegan dome ketujuh pada Diorama III adalah Diorama Adegan Panghadangan patroli Belanda di Dusun Mrisi oleh Batlyon Sardjono Berlangsung di Dusun Mrisi, Kasihan, Bantul pada tanggal 19 Februari 1949. Jatuhnya kota Yogyakarta akibat agresi militer Belanda II, menyebabkan segalanya berubah. Kantor-kantor yang pada mulanya dipergunakan oleh instansi pemerintah RI langsung beralih fungsi sebagai kantor instansi militer Belanda. Demikian halnya dengan gedung-gedung, pabrik-pabrik atau bangunan lain yang dapat dimanfaatkan sebagai markas. Sementara itu pasukan gerilyawan telah keluar dari kota Yogyakarta dan neneruskan perjuangan dengan siasat gerilya. Pelosok-pelosok desa akhirnya dipakai sebagai pusat-pusat perlawanan terhadap Belanda. Gunung-gunung, desa-desa, lembah-lembah dan hutan-hutan menjadi pusat kegiatan gerilya. Markas dan kegiatan patroli Belanda sering menjadi sasaran para gerilyawan. Secara tiba-tiba mereka menyerang dan kemudian dengan cepat menghilang. Pada tanggal 19 Februari 1949 di Dusun Mrisi, Kasihan, Bantul terjadi peristiwa penghadangan terhadap patroli pasukan Belanda. Aksi tersebut dilakukan oleh gerilyawan TNI Batalyon Sardjono pimpinan Mayor Sardjono. Dalam peristiwa tersebut berhasil diledakkan sebuah bran carier dan sebuah truk. Akibatnya sebanyak 13 orang serdadu Belanda tewas dan 4 orang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa-peristiwa samacam inilah yang menyebabkan pasukan Belanda enggan melakukan patroli di desa-desa dengan jumlah pasukan yang relatif kecil. Karena hal itu hanya mengundang bahaya bagi mereka sendiri.   Sumber : Buku Panduan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta  


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?



Berikut ini adalah Reformasi Birokrasi (RB) Pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download Soft Data Dibawah ini :

Grand Design Reformasi Birokrasi (RB) :

Peraturan Presiden RI No. 81 Tahun 2010 Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

Road Map Reformasi Birokrasi (RB) :
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta :

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Elektronik Dokumen (e-doc) Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Informasi Pelayanan Pengaduan Berupa SMS yang Dapat Diakses Oleh Publik Dimanapun Berada Dengan Menggunakan Handphone / Mobile Phone Di Nomor : 081226099292

Portal Layanan Pengaduan Online Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.


http://ult.kemdikbud.go.id/