Tepis Debu dari Sang Bendera Pusaka Merah Putih Fatmawati

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta hampir setiap harinya dipadati pengunjung. Tentunya menjadikan tantangan bagi pengelola museum untuk terus meningkatkan pelayanan prima terhadap pengunjung museum. Sampai dengan bulan Agustus terhitung lebih dari 250 ribu pengunjung pada tahun 2018 ini berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Sapaan akrab “Sahabat Museum” untuk pengunjung museum gencar disosialisasikan. Dari dan untuk merekalah museum hadir, oleh kami pengelola museum mempersembahkan. Untuk mewujudkan visi dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta” Museum sebagai pusat pelestarian nilai sejarah dan perjuangan menuju terbentuknya masyarakat Indonesia yang berkarakter” melalui koleksi-koleksi museum yang tertuang dalam bentuk aktivitas dan program kerja dihadirkan untuk sahabat museum.

Tidak bisa dipungkiri dibalik ramainya kunjungan ke museum ada upaya keras dari pengelola museum, melalui pengkajian terhadap koleksi, perawatan koleksi agar tetap terjaga kelestariannya hingga pengemasan dalam memamerkan koleksi-koleksi museum.

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta memiliki empat tata pameran tetap yang terdiri dari Diorama I hingga Diorama IV. Dari keempat diorama tersebut Diorama II seolah menjadi ruang publik terfavorit, kemungkinan karena letak pintu masuknya yang sangat strategis langsung terlihat pengunjung setelah melewati gerbang Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Terdapat 19 minirama di Diorama II, diawali dari dome yang menceriterakan adegan “Dukungan Sultan HB IX terhadap proklamasi” dan diakhiri dome yang menceriterakan adegan “Pelantikan Jendral Soedirman sebagai Panglima Besar oleh Presiden Soekarno di Istana Kepresidenan Gedung Agung”. Sebagai pendukung dari ilustrasi adegan bersejarah yang tertuang dalam minirama tersebut, dipamerkan pula beberapa koleksi museum yang berhubungan dengan peristiwa bersejarah tersebut.

Sebuah koleksi Text Proklamasi tertempel pada dinding pintu masuk Diorama II, nuansa proklamasi kala itu sangat kuat terasa sejak awal pengunjung masuk diorama ini. Terlebih sebuah Replika patung Fatmawati sedang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih kokoh dipamerkan setelahnya. Keberadaan Replika patung Fatmawati sedang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih ini sangat strategis dan berada didekat pintu masuk diorama, tentunya debu dan kotoran sangat mungkin menempel banyak pada koleksi tersebut.

Material koleksi terbuat dari fiber dan di cat berwarna tembaga sangat rentan terhadap debu. Ditangan konservator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta koleksi ini rutin dirawat agar tetap terjaga kelestariannya. Debu dan kotoran dibersihkan menggunakan kemoceng dan atau lab kain, tentunya pekerjaan tersebut dilakukan pada pagi hari sebelum pengunjung datang atau pada hari Senin saat museum tutup untuk pengunjung.

Begitu pula dengan koleksi-koleksi yang lain, meski tersimpan, tertutup rapat tidak menjadikan aman dari debu dan kotoran lain. Malahan sebaliknya, koleksi yang tertutup akan sangat rentan terhadap penyakit yang disebabkan jamur yang akan merusak koleksi. Hal tersebut perlu dilakukan perawatan rutin dan pengaturan suhu kelembaban ruang koleksi agar terus terjaga aman.

Leave a Comment