Gaya Eropa di Pengapit Vredeburg

administrators 19 Februari 2016 09:55:54 719

  gedung pengapit selatan Denah-MBVY Menjadi saksi aktivitas pemerintahan Belanda dalam menjalani pemerintahan pada masa itu, Yogyakarta menyimpan banyak peninggalan dalam bentuk fisik, khususnya bangunan. Bangunan dengan gaya kolonial cukup banyak menghiasi Yogyakarta baik berupa bangunan kantor maupun pemukiman. Proses akulturasi dua kebudayaan pada bangunan menjadi bukti bahwa budaya Eropa (Belanda) lebih ditonjolkan dan dominan meskipun terdapat penyesuaian dengan lingkungan dan budaya lokal. Setelah melewati jagang dan jembatan, terdapat gerbang sebagai pintu masuk Benteng bagian barat. Spot foto utama dengan latar belang tulisan VREDEBURG ini memiliki ciri khas gaya arsitektur klasik Eropa (Yunani-Romawi). Hal ini dapat dilihat melalui bagian tympanium yang disangga empat pilar yang bergaya ionic. Kesan arsitektur gaya Eropa masih terlihat pada bangunan setelah pintu masuk gerbang bagian Barat. Pada bagian ini terdapat dua bangunan kembar yang berhadapan atau disebut pengapit utara dan pengapit selatan. Bentukan fisik pada bangunan pengapit memilliki bentukan arsitektur dengan ornamen gaya Yunani pada masa Renaisance. Bentukan kolom yang besar dan simetris, bangunan yang tinggi dan kokoh menunjukkan usia bangunan pengapit yang relative lebih tua dan lebih dekoratif dibandingkan dengan bangunan lainnya di komplek Benteng Vredeburg. Bangunan pengapit diduga merupakan bangunan awal yang dibangun pada tahun 1760, hal ini dilihat dari arsitektur pada bangunan kolonial yang berkembang masih mengadaptasi dari arsitektur Eropa yang sedang berkembang pada abad itu, yaitu Arsitektur Reinasence.    Gedung Pengapit Utara Pengapit Utara pada mulanya diperkirakan sebagai kantor administrasi Benteng Vredeburg. Gaya atap yang lancip, menunjukkan gaya Eropa dengan maksud mengurangi beban di musim salju. Ini menunjukkan bahwa arsitekur untuk bangunan ini masih murni gaya Eropa. Fungsi bangunan pada saat ini difungsikan sebagai ruang pengenalan museum. Gedung Pengapit Selatan Pada bangunan pengapit selatan, besar kemungkinan bangunan ini juga dimanfaatkan sebagai kantor administrasi. Namun ketika dalam benteng terdapat tawanan yang berderajat tinggi (tawanan kraton yang berpangkat tinggi) maka ruangan ini dimanfaatkan sebagai ruang tahanan khusus. Juga ada kemungkinan ruangan ini dipergunakan sebagai ruang tamu penting. Hal ini terlihat dari bentuk dan performance ruangannya. Saat ini terkait dengan fungsi benteng sebagai museum, gedung ini dipakai sebagai ruang tamu dinas atau ruang tamu VIP.


Bagaimana informasi yang disediakan website ini?
   

Bagaimana informasi yang disediakan website ini?



Berikut ini adalah Reformasi Birokrasi (RB) Pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download Soft Data Dibawah ini :

Grand Design Reformasi Birokrasi (RB) :

Peraturan Presiden RI No. 81 Tahun 2010 Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

Road Map Reformasi Birokrasi (RB) :
1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014.
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta :

Surat Keputusan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Elektronik Dokumen (e-doc) Reformasi Birokrasi (RB) Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Informasi Pelayanan Pengaduan Berupa SMS yang Dapat Diakses Oleh Publik Dimanapun Berada Dengan Menggunakan Handphone / Mobile Phone Di Nomor : 081226099292

Portal Layanan Pengaduan Online Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.


http://ult.kemdikbud.go.id/