Pesta Kostum Peringatan Hari Pahlawan SD Muh. Sapen di Vredeburg

Yogyakarta, pada awal bulan pahlawan semarak Hari Pahlawan terasa di bangunan lawas tempat penyimpanan kesaksian perjuangan. Kunjungan hampir 200 pelajar dan pendamping dari SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta padati halaman Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pagi 1 November 2018 kemarin yang keseluruhan mengenakan pakaian pejuang, profesi dan berpakaian adat.

Imran selaku guru pendamping SD Muhammadiyah Sapen yang berpakaian pejuang menyebutkan  kunjungan tujuh kelas siswa kelas dua ini dalam rangka kunjungan bulan November bulan Pahlawan,  pengenalan budaya dan profesi kepada anak didik. Kunjungan yang rutin dilakukan setiap tahunnya, dan dibeberapa tahun terakhir selalu memilih Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta sebagai tempat pengenalan sejarah yang dikunjungi .

Diiyakan pula oleh rekannya Munirul Amin “Kami memilih Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dalam kunjungan tempat bersejarah ini dengan tujuan agar anak-anak dapat mengenal kondisi riil peristiwa yang terjadi di lapangan yang sesuai dengan kurikulum sekolah.”

“Dengan mengenakan kostum pakaian adat dan pahlawan dan profesi kunjungan bertemakan Hari Pahlawan, Hari Air dan Profesi. Pesta kostum ini sesuai dengan cita-cita dan harapan anak-anak. Serta pengenalan anak-anak dengan jajanan daerah, satu anak membawa satu makanan tradisional dan mempresentasikan didepan teman-temannya tentang nama, bahan, asal dan rasa dari makanan tersebut. Hal tersebut sebagai perkaya anak akan budaya lokal kita. Dengan penggabungan beberapa peringatan beberapa hari besar ini diwujudkan dengan hari literasi SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. “ Amin menambahkan.

Pengakuan Naomi salah satu peserta yang mengenakan pakaian khas Minangkabau ini mengaku senang sekali berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta meski masih malu-malu saat ditanya makanan tradisional khas daerah mana yang akan dipresentasikan di depan teman-temannya.

Terbagi atas beberapa kelompok, tampak keseluruhan peserta secara bergantian mempresentasikan makanan tradisional yang dibawanya, sembari mencoba menawarkan bekalnya tersebut kepada teman-teman sekelompoknya. Tidak jarang kelakar kecil dari guru pendamping mencoba melempar sedikit pertanyaan kepada peserta dan hal tersebut dijawab malu oleh peserta atau juga dijawab dengan kelakar balik.

 

Leave a Comment