Pelajar Dari Kab. Kota Memborong Thropy Lomba Lagu Perjuangan Museum

 

 

Dalam upaya meningkatkan apresiasi masyarakat, khususnya pelajar terhadap museum, Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta melaksanakan kegiatan Festival Lagu Perjuangan tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat dengan tema “Pahlawanku di Hatiku”. Kegiatan yang dikuti 100 pelajar mewakili 5 kabupaten se-DIY ini dilaksanakan tanggal 14 November 2018 di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Kegiatan berlangsung selama satu hari di bulan pahlawan ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperingati Hari Pahlawan. Dalam waktu 15 menit setiap kelompok vokal grup ini menampilkan 3 lagu yang terdiri dari 1 lagu wajib, 1 lagu pilihan dan 1 lagu daerah.

Aransemen ulang lagu diperkenankan dalam lomba ini, dengan tanpa mengubah melodi, setiap kelompok grup diiringi musik akustik tanpa iringan musil elektronik menjadi ketentuan wajib yang harus ditaati selain mengenakan pakaian perjuangan perang kemerdekaan.

Retno Pujiwati,S.S, Maria Octavia Rosiana Dewi, S.Sn.,M.A., Wahyu Joko Pramono, S.Pd selaku dewan juri tingkat SMP/sederajat. Di tingkat SMA/sederajat menunjuk Hendrikus Mulyadi cahyo Raharjo S.Sn, Wahyu Warsiati, S.Pd, dan Ahmad Subagyo sebagai jurinya. Dengan ketegori penilaian teknik, pembawaan, penampilan, kreativitas/aransemen para juara memperebutkan Thropy dan uang pembinaan belasan juta rupiah.

SMP Joannes Bosco dari kabupaten Kota berhasil meraih Juara I dan Juara Favorit, penampilannya yang luar biasa mampu memukau dewan juri, disusul SMP N 1 Bantul diurutan kedua. Diurutan ketiga SMP N 15 dari kabupaten Kota dan Juara Harapan I SMP N 1 Sleman disusul SMP N 1 Karangmojo Gunung Kidul diurutan kelima.

Ditingkat SMA/sederajat ada SMA Pangudi Luhur Yogyakarta menjadi Juara I sekaligus menjadi Juara Favoritnya. SMA 2 Playen Gunung Kidul menyusul diurutan kedua dan SMK BOPKRI Kulonprogo diurutan ketiga. Juara Harapan I diraih oleh SMA N 2 Bantul dan SMA N  1 Seyegan Sleman sebagai Juara Harapan II.

Dari terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian para pelajar akan keberadaan museum sebagai sarana edukasi sejarah juga upaya dalam menjadikan lagu perjuangan sebagai media dalam meningkatkan nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi penerus bangsa. Mengingat musik merupakan media universal yang mampu menggelorakan kecintaan penerus bangsa kepada tanah air Indonesia.

Leave a Comment