Adimanggalya Krida Wasit Dunia dihibahkan ke Museum Benteng Vredeburg

Ibu Mamik Surasmi lahir di Madiun 5 April1937. Hobby olahraga sudah muncul dari masih duduk di Sekolah Rakyat. Oleh karena itu pada tahun 1956 masuk di Sekolah Pendidikan Jasmani (SGPD) Surabaya. Pada tahun 1963 diselenggarakan pesta olahraga untuk negara-negara berkembang. Pada saat itulah ibu mamik mendapat kesempatan menjadi wasit senam pada pesta olahraga bergengsi pada saat itu.

Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (GANEFO), adalah suatu ajang olahraga yang didirikan mantan presiden Indonesia, Soekarno, pada akhir tahun 1962 sebagai tandingan Olimpiade. GANEFO menegaskan bahwa politik tidak bisa dipisahkan dengan olahraga, hal ini menentang doktrin Komite Olimpiade Internasional (KOI) yang memisahkan antara politik dan olahraga.

Indonesia mendirikan GANEFO setelah kecaman KOI yang bermuatan politis pada Asian Games 1962, karena Indonesia tidak mengundang Israel dan Taiwan dengan alasan simpati terhadap Tiongkok dan negara-negara Arab. Aksi ini diprotes KOI karena Israel dan Taiwan merupakan anggota resmi KOI.

Akhirnya KOI menangguhkan keanggotaan Indonesia, dan Indonesia diskors untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas 1964 di Tokyo. Ini pertama kalinya KOI menangguhkan keanggotaan suatu negara. GANEFO I diadakan di Jakarta pada 10-22 November 1963.

Jumlah peserta sekitar 2.700 atlet dari 51 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin seperti Afghanistan, Albania, Aljazair, Arab Saudi, Republik Arab Bersatu (sekarang Mesir dan Suriah), Argentina, Belanda, Belgia, Bolivia, Brasil, Bulgaria, Cekoslovakia, Chili, Tiongkok, Republik Dominika, Filipina, Finlandia, Guinea, Hungaria, Indonesia, Irak, Italia, Jepang, Jerman Timur, Kamboja, Korea Utara, Kuba, Laos, Lebanon, Mali, Maroko, Meksiko, Mongolia, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Palestina, Polandia, Prancis, Rumania, Senegal, Somalia, Sri Lanka, Thailand, Tunisia, Uni Soviet, Uruguay, Vietnam Utara, Yugoslavia, dll.

Beberapa event sebagai  “wasit  senam” yang pernah digeluti Ibu Mamik Surasmi.

  1. 1963                      : Wasit Senam Artistik pada GANEFO
  2. 1970-1995            : Wasit Kajurnas, PON dan Sea Games di Jakarta
  3. 1970-1995            : menjadi wasit pada Kajurnas,PON dan Sea Games di Jakarta
  4. 1996 -2000          : menjadi wasit senam ritnik pada Kejurnas dan PON, Sea Games di Jakarta
  5. Wasit Senam Asean School Gymnast Champ 1985
  6. Wasit Asian Youth Gymnast Champ
  7. Wasit Artistik Sea Games XIV/1987
  8. Wasit Seagoon Junior Gymnast Champ tahun 1995

Oleh karena perannya dalam kegiatan olahraga (wasit Senam) melalui Keputusan Menpora Nomor :KEP-0119/MENPORA/IX/2007, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga memberikan tanda penghargaan “Adimanggalya Krida” bidang olah raga (wasit senam) kepada ibu Mamik Surasmi  atas peran sertanya dalam pengembangan olahraga nasional khususnya cabang senam.

Pada hari Jum’at 27 April 2018 ibu Mamik Surasmi beserta swaminya menyerahkan koleksi Medali Adimanggalya Krida  kepada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta untuk dijadikan koleksi. Diusianya yang sudah tidak muda lagi 81 tahun tetapi tidak menyurutkan semangat nasionalisme melalui harapannya harus ada dari generasi penerus bangsa Indonesia yang bisa mewarisi yaitu sebagai wasit senam dunia.

Dra. Zaimul Azzah, M.Hum selaku Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta mengungkapkan “Penyerahan benda-benda bersejarah ke museum merupakan salah satu bentuk kesadaran masyarakat terhadap posisi museum dalam menjaga dan memelihara benda-benda bersejarah”

Diharapkan kesadaran masyarakat seperti inilah yang mempercayakan pihak museum untuk menyajikan sejarah Bangsa Indonesia melalui benda-benda kuno bersejarah kepada generasi penerus bangsa.

Leave a Comment